Senin, 18 Februari 2013

Mahasiswa Lama Unlam Cemburu




Mahasiswa Lama Unlam Cemburu
Mahasiswa Lama Unlam Cemburu






banjarmasinpost.co.id, banjarmasin /- ada kebijakan baru dari kemendikbud untuk perguruan tinggi negeri (ptn). mahasiswa baru tahun ajaran 2013/2014 akan dikenai uang kuliah tunggal (ukt). artinya, biaya kuliah akan distandarisasi dan ditetapkan kemendikbud.selain itu, pemerintah akan membantu biaya perkuliahan melalui bantuan operasional perguruan tinggi negeri (boptn). kabarnya, boptn ini ibarat bos (bantuan operasional sekolah) untuk pendidikan dasar dan menengah. pemberlakuan boptn yang diambilkan dari anggaran pendapatan dan belanja negara (apbn) itu ditujukan untuk meringankan beban mahasiswa."dengan diberlakukannya ukt dan boptn, maka ptn tidak lagi menarik uang pangkal. mahasiswa hanya wajib membayar spp (sumbangan pembinaan pendidikan)," kata dirjen dikti kemendikbud, djoko santoso, kemarin.saat ini, imbuhnya, kemendikbud sedang melakukan berbagai persiapan. salah satunya merumuskan standar biaya operasional pendidikan tinggi. "pada unit cost (biaya) ada dua bagian yaitu standar biaya dan tarif maksimum atau yang dikenal dengan istilah harga eceran tertinggi (het)," ucap djoko.menurut dia, standar yang akan dikeluarkan secara periodik ini ditetapkan dengan mempertimbangkan sejumlah parameter seperti capaian standar nasional pendidikan tinggi, jenis program studi, dan indeks kemahalan wilayah.menyikapi itu, direktur politeknik negeri banjarmasin (poliban) darmawani mengatakan siap menjalankan kebijakan ukt.  "kami siap melaksanakan karena itu program kementerian. jadi nanti tidak ada biaya lain-lain. biaya jas, praktikum, wisuda itu ditanggung. setahu saya untuk di kalsel ini tidak boleh lebih dari rp 1,2 juta untuk ukt atau spp-nya," katanya.darmawani juga menegaskan, dengan kebijakan itu, terlebih adanya boptn, maka biaya kuliah menjadi lebih murah. "biaya lain-lain dihapus karena disubsidi melalui boptn. kebijakan itu sudah resmi, harus dilaksanakan," tegas dia.kesiapan juga diucapkan pembantu rektor ii universitas lambung mangkurat (unlam), jumadi. untuk unlam, dia mengatakan nantinya nilai ukt tiap program studi (prodi) berbeda. pembedaannya ditentukan ada tidaknya praktikum."nanti tidak ada penarikan lain di luar ukt. uang pangkal, biaya yudisium atau wisuda tidak ada lagi. termasuk juga dana sumbangan pengembangan sarana prasarana operasional akademik (sp-spoa). kami sudah selesai hitung, sudah disampaikan ke dikti. nanti  diolah, ada pedoman. dikti yang akan mengeluarkan nilai ukt berdasar hasil perhitungan," ucap jumadi.dia juga mengatakan biaya kuliah baru yang diyakini lebih murah itu diberlakukan mulai tahun ajaran baru sehingga mahasiswa lama tetap terkena kebijakan lama. "ini ketentuan nasional. bila tidak dilaksanakan bisa kena tegur, sanksi hingga pencabutan prodi," katanya.kebijakan tersebut membuat sejumlah mahasiswa unlam yang ditemui bpost, 'cemburu' karena kebijakan itu hanya untuk mahasiswa baru."mereka enak. katanya tidak akan dikenai biaya macam-macam seperti biaya wisuda dan biaya lain-lain. kami ini, selain spp juga kena uang buku, uang skripsi dan macam-macam," ujar seorang mahasiswi, wiwie.sedangkan pjs presiden mahasiswa unlam, rusdi akbar menilai meski ada ukt, belum bisa dikatakan biaya kuliah akan lebih murah. "saya rasa perlu diuji coba misal selama setahun, terus dievaluasi lagi. terkadang kebijakan itu tanpa ada evaluasi," katanya.salah seorang warga sungai lulut, muslih berharap ukt bisa memperingan beban orangtua mahasiswa, terutama yang kuliah di fakultas kedokteran. "mudah-mudahan memang benar membikin biaya kuliah menjadi lebih murah," ucap dia.bak menjawab harapan muslih, dekan fakultas kedokteran unlam, ruslan muhyi mengatakan nantinya di tiap semester tidak ada biaya dan pungutan lain karena biaya sudah dihitung menggunakan penghitungan 'flat'."menguntungkan mahasiswa karena biaya flat tiap semester. tidak ada ada lagi sumbangan di awal kuliah yang mahal itu, seperti rp 30 juta atau rp 80 juta. tidak ada dalam  artian, biaya semacam itu dicicil selama delapan semester," katanya. (kur)  )
sumber: tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.