Laman

Selasa, 25 Juni 2013

Lima Kabupaten di NTT Dikepung Banjir




Lima Kabupaten di NTT Dikepung Banjir
Lima Kabupaten di NTT Dikepung Banjir





banjarmasinpost.co.id, kupang - pulau timor di provinsi nusa tenggara timur saat ini masih terus
dikepung banjir karena hujan lebat dalam sepekan terakhir ini.
sebanyak
lima kabupaten dilaporkan dilanda banjir.

"lima kabupaten yang ada dalam pulau timor masing-masing kabupaten
kupang, timor tengah selatan, timor tengah utara, belu dan kabupaten
malaka, kini tengah dikepung banjir, sehingga perlu partisipasi banyak
pihak untuk membantu menolong korban dan membagikan bantuan tanggap
darurat," kata kepala badan penanggulangan bencana daerah (bpbd) ntt,
tini thadeus, dihubungi di kupang, selasa.

ia mengatakan banjir yang terjadi di kabupaten timor tengah selatan
(tts) beberapa hari terakhir tidak saja merendam rumah tinggal dan
tanaman warga, tetapi juga memutuskan beberapa ruas jalan dari desa ke
kota kecamatan dan ke ibukota kabupaten.
akibatnya aktivitas masyarakat
karena pergerakan transportasi lumpuh.

"lumpuhnya transportasi di beberapa titik di wilayah tts karena
adanya longsor akibat guyuran hujan lebat dalam sepekan terakhir,"
katanya.

dia menyebut jalan yang menghubungkan desa nunkolo dan desa boking,
saat ini lumpuh total karena jalan putus di kampung oenitas, desa kokoi,
kecamatan amantun selatan.
longgsor juga terjadi di desa kolotopen,
kecamatan amanatun selatan, sehingga memutuskan jalan yang menghubungkan
desa oenlasi dan desa sunu.

akibatnya masyarakat di kecamatan nunkolo dan kecamatan boking yang
ingin ke kota soe harus lewat betun ibu kota kabupaten malaka.

sementara dari kabupaten timor tengah utara dilaporkan, banjir
kiriman dari beberapa ruas sungai yang masuk ke sungai noemuti,
kecamatan noemuti, kabupaten ttu merobohkan satu dari tujuh tiang
jembatan yang dibangun 2011.

bahkan katanya, material untuk pembangunan lanjutan jembatan kote, juga terbawa banjir yang tingginya mencapai lima meter.

"sebuah tiang beton penyangga, gelagar jembatan kote di kawasan
perkampungan noemuti, kabupaten timor tengah utara,  yang baru setahun
dibangun dengan menggunakan anggaran sebesar rp3,5 milyar berasal dari
anggaran daerah, ambruk diterjang banjir yang melanda daerah tersebut,
setelah diguyur hujan hebat selama empat hari terakhir," katanya.

sementara di kabupaten malaka, yang terletak di barat pulau timor
itu, terkena banjir akibat sungai benanain yang menjadi ikon di daerah
otonomi baru itu meluap dan membuat ribuan warga yang bermukim di 36
desa di tiga kecamatan di kabupaten malaka kini hidupnya dalam ancaman
karena hujan masih terus mengguyur wilayah perbatasan indonesia timor
leste ini.

"sebagian warga yang terjebak di tengah sisa tanah yang kering tak
jauh dari jembatan benanain (jembatan terbesar kedua di provinsi nusa
tenggara timur).
saat ini mereka hanya menunggu bala bantuan dari luar
untuk menyelamatkan warga di wilayah itu.

menurut tini thadeus, banjir yang merendam 36 desa ini merupakan
terparah dan terbesar sepanjang sejarah luapan sungai terlebar di ntt
ini.

karena meskipun hingga kini belum menelan korban jiwa, namun
menghanyutkan sekitar 47 rumah dan merusakan sekitar seratus 26 rumah.

ia mengatakan tahun 2000 silam banjir yang sama juga menerjang 36 desa di tiga kecamatan dan merenggut 220 jiwa.

dia mengatakan saat ini tim penanggulangan bancana dari provinsi
menyatu dengan masyarakat yang tidak menjadi korban di sekitar wilayah
luapan banjir, menyalurkan bantuan yang sifatnya tanggap darurat, berupa
tenda, makanan siap saji dan bantuan kemanusiaan lainnya.



Source from: banjarmasin[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.