Kamis, 11 April 2013

Mengaku Sepupu, Sepasang Remaja Diamankan dari Rumah Kos




Mengaku Sepupu, Sepasang Remaja Diamankan dari Rumah Kos
Mengaku Sepupu, Sepasang Remaja Diamankan dari Rumah Kos





banjarmasinpost.co.id, nunukan - kasus kenakalan remaja di nunukan seakan tak ada habisnya.
meskipun satuan polisi pamong praja nunukan tak berhenti melakukan razia rumah-rumah kos, namun tak membuat gentar pasangan remaja yang ingin berbuat mesum.
setelah kasus pemerkosaan terhadap pelajar smp yang dilakukan dr, oknum pegawai sekretariat koni nunukan, aparat kembali semakin menggencarkan razia rumah kos.
hasilnya, satpol pp berhasil menjaring sepasang remaja di salah satu rumah kos.
keberhasilan aparat ini juga tak lepas dari informasi masyarakat, yang sangat resah dengan aktivitas para remaja di rumah rumah kos sekitar lingkungan mereka.
kepala satpol pp dan linmas nunukan haji syafruddin artha mengatakan, pada razia itu pihaknya berhasil menangkap seorang pelajar dan remaja wanita putus sekolah di salah satu rumah kos milik ks, di jalan sungai bilal, kelurahan nunukan barat, kecamatan nunukan.
"penggerebekan ini dilakukan atas informasi dari masyarakat sekitar atas ketidaknyaman yang mereka rasakan dengan aktifitas sejumlah penghuni kos," ujarnya.
dari informasi itu petugas langsung diturunkan ke lokasi seperti yang dilaporkan.
saat itu pintu kamar tertutup rapat.
karena diketuk penghuninya tak juga keluar, petugas langsung mendobrak pintu kamar.
saat itu ditemukan hn, yang merupakan seorang pelajar dan su.
sepasang remaja ini lalu digelandang ke kantor satpol pp dan linmas nunukan.
saat dilakukan pemeriksaan terhadap keduanya, mereka mengaku masih sepupu satu kali dan teman dari kecil.
diperiksa di tempat yang terpisah, masing-masing mengaku tak berbuat apa-apa di dalam kamar kos itu.
su mengaku datang ke kos itu untuk beristirahat sebentar selanjutnya berencana menginap di rumah temannya di jalan borneo.
hn diketahui sudah sejak setahun lalu tinggal di kos dimaksud.
ia beralasan, kedua orangtuanya tinggal di kecamatan siemanggaris.
sementara ia hanya tinggal sendiri di nunukan untuk bersekolah.
dari pengakuan mereka, su juga tinggal di kecamatan siemanggaris.
ia datang ke nunukan karena hendak berangkat ke tarakan menghadiri pernikahan sang kakak.
soal alasan ia berada di rumah kos pada malam hari, su mengtakan, ia sebenarnya sedang keluar membeli handphone karena ditakutkan jika ia tidak memiliki alat komunikasi, akan sulit menghubungi keluarga di tarakan.
"aku beli handphone, kutelepon dulu kakak (hn) karena tidak ada motornya tante.
dia tidak keluar motor karena jual kain saja di pasar malam.
waktu sampai di sana, ada temannya di situ minta antar pulang di jalan.
kau di rumahlah dulu yah dek, nda ada juga orang," ujarnya.
petugas lalu meminta nomor telepon orangtuanya yang bisa dihubungi.
namun ia berdalih tidak memiliki nomor yang diminta.
ia juga beralasan, baru membeli handphone baru yang tidak menyimpan nomor-nomor lama.
selain itu, su mengatakan, di kecamatan siemanggaris jaringan handphone hilang-hilang, sehingga sangat sulit menghubungi kedua orangtuanya.
belakangan su punya jawaban yang berbeda lagi.
ia mengaku baru berapa bulan lalu datang dari sulawesi ke nunukan.
selanjutnya, di rumah kos itu dia pernah melakukan hubungan suami istri dengan pacarnya.
"orangtua saya kasih waktu sampai bulan enam sama cowok itu untuk cari uang melamar saya.
makanya saya mau pergi tarakan ketemu itu cowok, kebetulan kakak saya juga menikah di sana," ujarnya.
tak yakin dengan jawaban keduanya yang berbelit-belit, sepasang remaja yang ditangkap rabu (10/4/2013) sekitar pukul 22.
00 malam itu terpaksa diinapkan semalam di kantor satpol pp dan linmas nunukan.
keduanya kembali menjalani pemeriksaan hari ini.
syafaruddin mengatakan, pihaknya akan memanggil orangtua masing-masing remaja itu.
"kita akan panggil orangtuanya agar masalah ini selesai dan juga menjadi pembelajaran.
agar kedepannya lebih memperhatikan aktivitas anaknya saat berada di luar rumah," ujarnya.
ia juga menghimbau agar pemilik rumah kos di nunukan lebih mengawasi setiap penyewa kamar kos, sehingga jangan sampai kos tersebut disalahgunakan yang justru akan merugikan pemilik kos.



Source from: banjarmasin[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.