Rabu, 31 Oktober 2012

Sesalkan Tersangka Tidak Ditahan, Kasus Pengoplos BBM Disebut Jadi Preseden Buruk

SAMPIT, Langkah Kepolisian Resort (Polres) Kotawaringin Timur (Kotim) yang tidak menahan tersangka pengoplos ribuan liter bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi merupakan preseden buruk dalam pemberantasan mafia BBM di wilayah ini. Polisi harusnya tegas dan menahan tersangka agar ada efek jera bagi pelaku penyimpangan BBM yang masih bebas. Hal itu penting mengingat penyimpangan BBM bersubsidi di Kotim diduga kuat masih marak dan ratusan hingga jutaan liter BBM subsidi diduga menyimpang.

“Kalau menurut saya memang harusnya ditahan. (Jika tidak ditahan), itu bisa jadi preseden kurang bagus dalam rangka penertiban penyimpangan BBM subsidi (di Kotim),” kata pengamat hukum di Kotim, Fachri Mashuri kepada Radar Sampit, Minggu (28/10).

Seperti diketahui, Faujianur alias Uji, tersangka pengoplos ribuan liter solar masih bisa melenggang bebas. Penyidik Satreskrim Polres Kotim tidak melakukan penahanan, tersangka hanya diminta wajib lapor. Belum ada keterangan resmi dari Polres Kotim mengenai tersangka yang tidak ditahan. Dari keterangan Uji, minyak oplosan tersebut merupakan miliknya sendiri yang didapat dengan cara melangsir.

Fachri menuturkan, meski dalam aturan perundangan mengatur bahwa tersangka dengan ancaman penjara dibawah lima tahun bisa tidak ditahan, namun, harusnya polisi lebih tegas dengan menahan tersangka untuk kepentingan lebih besar, yakni, memberikan efek jera bagi pelaku lainnya sekaligus mengembangkan kasus sampai terungkap pelaku utama penyimpangan BBM subsidi.

Polisi sebelumnya menjerat tersangka dengan pasal 53 huruf a, b dan c UU RI No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas). Tersangka Uji dinilai telah melakukan tindak pidana, mengolah, mengangkut dan menyimpan BBM jenis solar tanpa dilengkapi surat ijin dari pihak berwenang.

Dalam UU tersebut, khususnya huruf a menegaskan, pengolahan dalam kegiatan usaha minyak bumi dan/atau kegiatan usaha gas bumi yang dilakukan tanpa Izin Usaha Pengolahan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling tinggi Rp 50 miliar. Selain itu, pelaku sebenarnya bisa dijerat dengan pasal 55 dengan ancaman lebih berat.

Dalam pasal tersebut menyebutkan, setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar. Pengenaan terhadap pasal itu relevan karena dari keterangan polisi sebelumnya, BBM oplosan itu terindikasi akan diedarkan ke perkebunan, dan akan di jual ke Desa Tangar  kepada para pendulang emas seharga Rp.8.200 per liter.

Fachri menegaskan, Polisi harus terus mengembangkan kasus itu dan memeriksa semua pihak yang terlibat termasuk PT Lampang Abdi Dirga Jaya. Publik menaruh harapan besar karena penyimpangan BBM bersubsidi selama ini sulit dijerat hukum secara tegas dan terkesan hanya pemain kecil yang terus dikorbankan.

Fachri menduga, pelaku yang tertangkap berniat pasang badan dan melindungi pelaku lainnya, terutama pemain besar yang memainkan bisnis ilegal tersebut. “Jangan-jangan ini cuman mau pasang badan saja, jadi aparat juga jangan begitu mudah percaya dengan pelaku, harus ditelusuri dan dikembangkan,” tegasnya.

Anggota DPRD Kotim Ary Dewar sebelumnya mengatakan, penangkapan pelaku pengoplos BBM subsidi tersebut merupakan pintu masuk untuk mengungkap dan membongkar jaringan mafia BBM. Publik menaruh harapan besar agar polisi mampu menangkap habis para mafia BBM yang merampok hak rakyat. Bos mafia BBM yang menjadi pemodal dan menjadi otak bisnis ilegal ini harus diungkap dan dipenjara.

“(Penangkapan pelaku penyimpangan BBM itu merupakan) pintu awal membuka jaringan itu (penyimpangan BBM, red). Tidak mungkin (pelaku yang tertangkap) berani kalau tak ada jaringan, dan itu menjadi tugas polisi (untuk membongkar jaringan mafia BBM),” kata anggota DPRD Kotim Ary Dewar.

Menurut Ary, penyimpangan yang berhasil diungkap polisi baru bagian kecil dari jaringan raksasa bisnis ilegal BBM bersubsidi. Jaringan tersebut harus bisa diungkap dan mata rantai penyimpangan BBM bersubsidi harus diputus oleh aparat terkait. Dia juga mendesak agar proses hukum terhadap pelaku yang tertangkap bisa transparan dan harus memberikan efek jera bagi pelaku lainnya. (ign)

 

 


Sumber : radarsampit.net

Pengawasan BBM Belum Maksimal

SAMPIT, Pengawasan terhadap distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai belum maksimal. Maraknya penyimpangan yang dilakukan pelaku bisnis ilegal BBM bersubsidi tersebut memperlihatkan pemerintah setengah hati menata dan menertibkan penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran.

Penangkapan pelaku penyimpangan oleh aparat Kepolisian Resor (Polres) Kotim dengan barang bukti BBM oplosan dalam jumlah besar secara tidak langsung juga memperlihatkan pengawasan yang lemah sehingga pelaku penyimpangan leluasa menjalankan aktivitas tersebut. Pemkab diminta lebih tegas dan dapat menjalankan fungsinya untuk mengamankan hak rakyat.

“Pengawasannya kurang maksimal, seandainya maksimal tak mungkin ada kejadian penangkapan pelaku penyimpangan BBM subsidi,” kata anggota Komisi II DPRD Kotim Ary Dewar kepada wartawan.

Ary mencontohkan, untuk BBM bersubsidi jenis minyak tanah (mitan),  masyarakat kesulitan mendapatkan langsung dari penyalur resmi seperti pangkalan. Pangkalan kerap tidak melayani pembelian masyarakat dan hanya melayani pembelian dengan jeriken dalam jumlah besar. Sebagian besar masyarakat membeli di luar pangkalan dengan harga lebih tinggi.

“Sekarang masyarakat banyak yang mengeluh karena pangkalan tidak pernah menjual mitan masyarakat secara langsung. Pengawasan distribusi BBM ini harus serius agar penyaluran ke masyarakat lancar,” katanya.

Ary menambahkan, Pemkab selama ini setengah hati dalam menertibkan pangkalan. Tim Evaluasi Pendataan dan Pengawasan Pendistribusian BBM bersubsidi Kotim bentukan Pemkab juga masih mandul. Belum ada informasi yang menyebutkan Pemkab memberikan sanksi tegas kepada pelaku bisnis BBM berizin yang tidak menaati aturan. Padahal, sanksi tegas itu diperlukan sebagai salah satu langkah untuk menata distribusi BBM agar teratur.

Selain itu, Ary menegaskan, HET (harga eceran tertinggi) mitan yang ditetapkan Pemkab juga harus dikawal secara serius. Jangan sampai HET tersebut kembali mandul seperti tahun sebelumnya. Jika hal tersebut terulang, Pemkab gagal mengamankan kepentingan masyarakat banyak.

Ketua Tim BBM Fajrurahman sebelumnya mengatakan, belum adanya penindakan berupa sanksi tegas terhadap agen dan pangkalan mitan yang melanggar ketentuan HET disebabkan pihaknya masih dalam tahap pembinaan dan monitoring. Agen dan pangkalan yang melanggar sudah sepakat akan mengikuti ketentuan HET, namun, apabila jika penindakan dilakukan, pelanggaran tidak akan ditoleransi.

“Saat ini belum dalam tahap penindakan, masih pengawasan monitoring dan pembinaan. Ternyata di lapangan ditemukan berbagai jenis pelanggaran baik oleh agen maupun pangkalan,” kata Fajrurahman, pertengahan September lalu.

Fajrur menuturkan, pihaknya telah mendatangi sekitar 40 pangkalan. Jenis pelanggaran yang ditemukan diantaranya, pangkalan dan agen yang sama-sama menjual di atas HET, agen menjual sesuai HET namun oleh pangkalan dijual di atas HET. Dari hasil  razia tersebut, sebayak 5 agen ditemukan melakukan pelanggaran.

Fajrur yang juga menjabat Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kotim ini menegaskan, pelanggaran yang ditemukan tidak dibiarkan, namun, agen dan pangkalan diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulang lagi pelanggaran tersebut. semua agen dan pangkalan yang didatangi telah menandatangani pernyataan itu, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak melaksanakan HET.

Fajrur menambahkan, pengawasan saat ini masih berjalan, namun bersifat tertutup dan menerima laporan dari masyarakat. Masyarakat juga diminta proaktif jika mengetahui ada mitan yang dijual pangkalan di luar HET, agar segera melapor ke Satpol PP agar bisa ditindaklanjuti. Jika tahap pembinaan selesai, penindakan akan dilakukan.

“Saat penindakan nanti, kami anggap semua pangkalan dan agen sudah mengetahui HET harus ditaati, sehingga jika masih ditemukan pelanggaran, akan langsung ditindak,” katanya seraya menambahkan, dari tahap pembinaan yang dilakukan, agen dan pangkalan mendukung sepenuhnya pelaksanaan HET tersebut. (ign)

 


Sumber : radarsampit.net

Menuju Perubahan melalui Perlawanan Indigenos

Jenderal Soeharto jatuh dari kursi kepresidenan, bukanlah karena kemauan sukarela, tapi karena perlawanan rakyat yang tidak perduli ancaman ajal untuk menggulingkan otoritarianisme dan militerisme. Kejatuhan Soerhato di samping karena perlawanan rakyat juga oleh tekanan internasional. Para penopangnya semula kemudian memutuskan menarik dukungan mereka dan turut mengutuk Soeharto. Selain itu kejatuhan Soeharto juga mengatakan bahwa kekuatan senjata  mempunyai batas, seperti dikatakan oleh Thomas Hobbes:

“Jika Negara terus-menerus mengancam kelangsungan hidup warganegara, maka setiap warganegara yang yang memiliki rasa takut terhadap kematian, pada  waktunya akan berbalik menghancurkan Negara , sebelum Negara menghancurkan mereka. Pada situasi tersebut, masyarakat akan kembali ke “keadaan alamiah”  untuk selanjutnya membentuk Negara yang lebih baik dan adil. (Thomas Hobbes, in: Frans de Sani Lake, SVD: “Konflik Agraria Di Kalimantan Tengah”).

Kesimpulan Thomas Hobbes ini menunjukkan bahwa warganegara sesungguhnya merupakan kekuatan besar menentukan. Oleh karena itu penyelenggara Negara yang tidak menjadikan ‘rakyat sebagai poros’ senantiasa mencoba memperlemah peran warganegara agar tetap berkuasa. Negara berusaha mempertahankan posisi warganegara sebagai obyek yang tergantung pada subyek tunggal penentu yang penyelenggara Negara. Dalam keadaan ini apa yang dikatakan oleh Louis XIV, l’Etat c’est moi’, ‘negara adalah saya’ sesungguhnya berlangsung tapi dalam bentuk agak terselubung. Sekarang ini, terutama di Kalteng, posisi warganegara masih sangat lemah di hadapan Negara. Kesadaran warganegara sebagai subyek belum dominan. Karena itu sering kita saksikan adanya curhat dan curhat sebatas curhat, sejenis rataptangis tanpa daya di hadapan keadaan yang memojokkan hidup mereka. Kelumpuhan akal sehat nampak menjangkiti berbagai kalangan dari atas hingga bawah.

Hanya seperti dikatakan oleh Hobbes,  “Jika Negara terus-menerus mengancam kelangsungan hidup warganegara, maka setiap warganegara yang yang memiliki rasa takut terhadap kematian, pada  waktunya akan berbalik menghancurkan Negara, sebelum Negara menghancurkan mereka. Pada situasi tersebut, masyarakat akan kembali ke “keadaan alamiah”  untuk selanjutnya membentuk Negara yang lebih baik dan adil”. Ancaman terhadap kehidupan yang terus-menerus ini kemudian akan mengajar dan mengajak orang-orang yang terancam untuk melawan dan melakukan serangan balik. Kematian yang tadinya menakutkan pada saat kian terdesak menjadi tidak menakutkan lagi. Kehidupan dan kecintaan pada hidup mengajak orang-orang terancam untuk berani hidup dan merebut hak hidup mereka.

Gejala ini saya lihat sedang berlangsung di Kalteng, yang disebut-sebut angka kemiskinannya kian menurun, kesejahteraan meningkat.  Penilaian yang sama sekali tidak sesuai kenyataan.

Apakah gejala-gejala itu? Ia adalah pemogokan buruh pelabuhan, demo buruh sawit, pemogokan Pasukan Kuning, mulai bangkitnya BEM Universitas Palangka Raya (Unpar)  dan sementara dosen melawan pungli dan orientasi proyek di Unpar, pemasangan hinting pali oleh  petani-petani Kotawaringin Timur, terbentuknya Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak, derasnya kritik terhadap pelayanan publik seperti yang dicerminkan oleh Ruang Publik Harian  Radar Sampit, audiensi ke DPR oleh guru-guru SMA dan SMP di Palangka Raya, gugatan ke PTUN dan Pengadilan Negeri oleh warganegara, demo petani sawit Seruyan, dan lain-lain.

Perlawanan-perlawanan balik warganegara ini masih bersifat spontan. Belum merupakan gerakan yang terorganisasi. Tidak ada partai  politik manapun yang mengendalikan mereka. Partai-partai politik asyik dengan diri mereka sendiri dan kegiatan berburu kekuasaan. Sehingga perlawanan-perlawanan ini  bisa disebut sebagai Perlawanan Indigenos jika mengambil contoh Spanyol dan negeri-negeri Eropa Barat lainnya.

Proses perlawanan akan meningkatkan kesadaran, cara berlawan dan organisasi perlawanan ini dari rendah ke tinggi, dari lemah ke kuat, dari tiadanya saling koordinasi menjadi saling berkoordinasi baik di tingkat lokal, nasional mau pun internasional,  sebagaimana ditunjukkan oleh gerakan buruh di Jawa terutama di sekitar Jabotabek.

Perlawanan-perlawanan ini, semuanya nampak berjalan di alur legal, kecuali terorisme yang menggunakan panji agama. Sedangkan perlawanan warganegara digerakkan terutama oleh ketidakadilan sosial, termasuk yang terjadi di Kalimantan Tengah yang skalanya dibandingkan dengan yang di Jawa. Tapi patut dicatat bahwa kerawanan sosial ini bisa disusupi dan dijadikan kuda tunggangan oleh ide-ide radikal yang alien (liyan) dan kepentingan ekslusif.

Sejarah umat manusia dan negeri-negeri mana pun di dunia, memperlihatkan bahwa perlawanan-perlawanan warganegara, terutama yang berlangsung dengan keterlibatan massa luas akar rumput, merupakan tenaga penggerak menentukan bagi perobahan. Gerakan Zapatis di Chiapas di Mecixico di bawah pimpinan Komandaan Marcos yang budayawan itu, Gerakan Petani Tanpa Tanah di Brasilia, Gerakan Amer-Indian di Amerika Latin, hanyalah beberapa contoh.

Kalau mengambil contoh lokal, bisa disebut misalnya, pemogokan Pasukan Kuning Sampit untuk perbaikan nasib beberapa bulan lalu, dan berhasil, pemogokan buruh pelabuhan Sampit beberapa waktu lalu. Melalui pemogokan Pasukan Kuning Sampit berhasil memperbaiki gaji dan status mereka. Demikian juga buruh Pelabuhan Sampit mencapai apa yang mereka inginkan. Oleh perlawanan kaum buruh dan pekerja, mereka membawa perubahan maju. Karena itu saya anggap perlawanan itu baik dan benar, mendorong terjadinya perobahan maju untuk pemanusiawian.

Dilihat dari segi pola pikir dan mentalitas, adanya perlawanan bisa dikatakan sebagai munculnya pola pikir dan mentalitas baru dalam masyarakat, yaitu kesadaran untuk menjadi tuan dan nakhoda nasib diri sendiri, meninggalkan pola pikir dan mentalitas fatalis.  Suatu kemajuan besar untuk masyarakat Kalteng jika ia menjadi pola pikir dan mentalitas dominan yang dipelihara oleh sistem otoritarianisme, sistem patrimordial dan patron-client.

Dominasi pola pikir dan mentalitas ini akan membawa warganegara menjadi subyek dan pada saatnya menjadi salah satu partner sosial dalam mengelola penyelenggaraan Negara dan masyarakat sipil. Ketika pola pikir dan mentalitas ini dominan, politik uang, KKN akan menjadi tikus terbakar lari di hadapan orang banyak oleh jalannya pengawasan sosial dan  mulai terwujudnya kedaulatan rakyat.

Perlawanan adalah jalan menuju ke berlakunya pengawasan sosial dan kedaulatan rakyat. Karena itu saya katakan perlawanan itu baik jika perlawanan itu berangkat dari tujuan pemanusiawian diri, kehidupan dan masyarakat. Melalui perlawanan akar rumput inilah kelak, negeri dan bangsa akan menemukan pemimpinnya. Bukan pimpinan dadakan yang ditunjuk oleh uang dan bentukan oligarki yang tidak digembleng oleh badai topan perjuangan massa.(Kusni Sulang)

 


Sumber : radarsampit.net

Satu Produser Porno Menghilang

PANGKALAN BUN, Aparat Kepolisian Resor Kotawaringin Barat (Kobar) belum berhasil menangkap An, satu dari sejumlah tersangka kasus pemerkosaan dan pembuatan video mesum di Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). An yang diketahui warga RT 4 Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, menghilang semenjak kasus ini mencuat. Dia diduga sebagai perekam adegan intim antara Bunga (nama samaran korban) dan pacarnya, Wy.

“Dua orang yang merekam,” kata Bunga saat dibincangi Radar Sampit di rumahnya beberapa waktu lalu. Dua orang itu adalah An yang saat ini masih buron, dan Pr seorang tersangka yang telah diamankan bersama Is dan Fi, yang diduga melakukan pemerasan kepada Bunga dengan mengancam akan menyebarluaskan video jika tidak diberi sejumlah uang.

Kapolres Kobar AKBP Novi Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Juyanto membenarkan bahwa An belum diamankan. Juyanto mengakui tersangka berjumlah empat orang, namun baru tiga yang ditahan. Ketiganya yaitu Pr, Is dan Fi. Pr dan Is diduga sebagai pelaku pemerkosaan, sedangkan Fi adalah seorang perempuan yang diduga memeras Bunga. Seluruhnya warga RT 4 Desa Sungai Tendang.

Disinggung terkait pasal yang akan disangkakan kepada sejumlah tersangka, Juyanto menegaskan bahwa selain Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara, beberapa tersangka juga akan dikenai Undang-Undang Pornografi. Pihaknya masih terus mendalami perkara tersebut. Dipastikan ada yang merekam dan mengedarkan video berdurasi sekitar 10 menit itu. Karena, video tersebut saat ini beredar luas di masyarakat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bunga dan pacarnya, Wy, dipaksa berbuat mesum lalu difilmkan oleh sejumlah tersangka. Peristiwa itu terjadi pada Agustus lalu di kawasan hutan wilayah Desa Sungai Tendang tidak jauh dari wilayah hutan Auri.

Bunga menurturkan, pada saat duduk-duduk di hutan itu, tiba-tiba datang dua pria menghampirinya. Seorang dari mereka lalu meminta ponsel dan meminjam motor Bunga lalu pergi. Sementara seorang lagi menunggu dan melarang Bunga dan Wy beranjak dari tempatnya. Dua pria tadi belakangan diketahui berinisial An dan Pr, warga RT 4 Desa Sungai Tendang.

Sebelum pergi, An dan Pr mengancam hendak membawa ketua RT. Tidak lama kemudian, orang yang meninjam motor tadi datang dengan membawa seorang yang belakangan diketahui berinisial Is, yang mengaku sebagai ketua RT. Saat itulah ketiga orang tadi memaksa Bunga dan Wy berbuat mesum. Bunga dan Wy dipaksa berhubungan intim, lalu dishootting. Bunga dan Wy tidak berdaya melawan karena sebelumnya diancam dan ditakut-takuti.

Usai merekam, ketiga orang tadi kemudian memaksa Bunga agar melayani nafsu bejat mereka. Bunga digilir oleh An, Pr dan Is hingga sekitar satu jam, tanpa mampu melawan. Setelah puas, ketiga orang itu pergi dengan membawa rekaman video Bunga yang dipaksa berbuat intim dengan pacarnya. “Setelah seminggu, ada perempuan yang datang menemui saya, meminta uang (memeras). Kata perempuan itu, kalau tidak dikasih, videonya akan dilaporkan ke kepala sekolah,” lanjut Bunga. Bunga akhirnya memberikan uang Rp200 ribu kepada wanita tadi. Awalnya Bunga tidak kenal dengan wanita itu, namun belakangan diketahui berinisial Fi.

Tidak puas diberi uang Rp200 ribu, Fi kembali mendatangi Bunga dan meminta uang lagi Rp300 ribu. Merasa tidak punya uang dan bingung akhirnya Bunga menceritakan kepada ibunya. Mereka tidak mampu memberi, dan terlebih orangtua Bunga baru sembuh dan dirawat di rumah sakit. Semenjak itu video hubungan intim Bunga dengan pacarnya merebak. Sejumlah siswa di sekolah Bunga tahu. Bunga akhirnya tidak masuk sekolah selama sepekan karena merasa malu. “Kebetulan ada teman saya (berinisian Rn), keponakan salah satu dari tiga orang itu, dan membawa rekamannya,” papar Bunga. Rn adalah keponakan Pr, salah seorang tersangka.

Pihak keluarga Bunga merasa terpukul dengan peristiwa tersebut. Dia meminta kepada aparat agar para pelaku dihukum berat. Pasalnya, selain telah memperkosa, para pelaku juga membuat dan mengedarkan video yang mencemarkan nama baik keluarga. “Saya minta polisi bersikap adil. Tersangka bukan hanya memperkosa tapi juga membuat dan mengedarkan video. Apalagi anak saya masih di bawah umur,” urai papan Bunga.

 

Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Polres Kobar  mempersiapkan berkas kasus perkosaan, perekaman, dan penyebaran video porno untuk proses pelimpahan ke Kejaksaan Negeri Pangkalan Bun.  “Berkas masih dipersiapkan untuk dilimpahkan ke kejaksaan,” kata Kapolres Kobar AKBP Novi Irawan.

Menurut Novi, munculnya kasus seperti ini lantaran banyak remaja yang berjalan berdua-duaan dan nongkrong di pinggir jalan, bahkan di semak-semak. “Dengan keseringan jalan berduaan, anak yang masih rentan terpengaruh bisa saja melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan. Peran orangtua dan masyarakat harus ditingkatkan agar kasus asusila tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, para orangtua juga wajib menegur anak yang pergaulannya sudah tidak sehat. “ Semua itu berawal dari orangtua. Jika anak tidak pulang lebih dari pukul 21.00 WIB, maka orantua wajib mencarinya. Apabila tetap dibiarkan, kejadian seperti ini banyak terulang lagi,” beber Novi Irawan. (gza/rin)

 

 

 


Sumber : radarsampit.net

BRI Sembelih Lima Sapi dan Dua Kambing

SAMPIT, Yayasan Baitul Maal (YBM) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sampit menyembelih hewan kurban sebanyak lima ekor sapi dan dua ekor kambing, Sabtu (27/10). Hewan kurban yang berasal para karyawan dan nasabah BRI Cabang Sampit itu dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua YBM BRI Cabang Sampit Wiji Hermantoro mengatakan, ada 570 kupon daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat. Daging didistribusikan kepada warga Trans Kecamatan Seranau, Desa Telaga, Pelangsian, Eka Bahurui, Trans Bapeang, dan masyarakat sekitar Kota Sampit.

Paniti pemotongan hewan kurban

 

Menurut Wiji, kurban merupakan agenda tahunan karyawan Bank BRI serta nasabah untuk berbagi ke masyarakat sekitar. Melalui kegiatan kurban ini pihaknya berharap dapat terus terjalin tali kasih antarsesama. “Satu sapi merupakan hewan kurban dari tujuh orang. Jadi lima sapi dan dua kambing ini merupakan hewan kurban dari 37 orang,” terang Wiji.

Karyawan BRI sedang memotong daging sapi

 

Lebih lanjut Wiji menjelaskan, ada dua makna berkurban, yaitu kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Kesalehan ritual berarti, dengan berkurban telah melaksanakan perintah Allah. Sedangkan kesalehan sosial merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama dan memiliki arti kemanusian yang sangat luas. Bentuk solidaritas kemanusiaan ini termanifetasikan secara jelas dalam pembagian daging kurban.

Perintah berkurban bagi yang mampu menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang respek terhadap fakir miskin dan kaum duafa. Umat Islam dilatih untuk mempertebal rasa kemanusiaan, mengarah kepekaan terhadap masalah-masalah sosial dan mengajarkan sikap saling menyayangi terhadap sesama. Karenanya, pembagian daging kurban harus sampai kepada sasaran, yaitu fakir miskin dan kaum duafa.

Masyarakat mengambil pembagian daging hewan kurban

 

“Terima kasih kepada dermawan yang menyalurkan hewan kurbannya melalui Yayasan Baitul Mal (YBM) BRI Cabang Sampit. Yayasan Baitul Mal beusaha secara amanah menyalurkan infak, sedekah dari kaum muslimin, khusunya pekerja BRI,” kata Wiji Hermantoro.

Pantauan Radar Sampit, lima sapi dan dua kambing disembelih di lapangan tenis yang berada di belakang gedung BRI. Sejumlah karyawan bahu membahu memotong, menimbang, dan memasukkan daging ke kantong plastik. Sekitar pukul 11.00 WIB, daging mulai didistribusikan kepada masyarakat. Sejumlah karyawan BRI juga melengkapi momentum tersebut dengan makan siang bersama. (yit)


Sumber : radarsampit.net

Minggu, 28 Oktober 2012

Lima Tips Membeli BlackBerry

Smartphone BlackBerry (BB) bukanlah perangkat ponsel biasa. Keberadaan PIN dan fasilitas BlackBerry Messenger (BBM) menjadi keunggulan dan nilai jual utama dari perangkat ini.  Adanya PIN dan fitur BBM ini membuat konsumen memperhatikan beberapa hal saat hendak membeli BlackBerry, baik bekas maupun baru.

 

Berikut panduan membeli BlackBerry agar tidak mendapat masalah di kemudian hari.

1. Cek IMEI dan PIN

Memeriksa IMEI dan PIN menjadi syarat utama pembelian BlackBerry. Nomor IMEI wajib ada di semua jenis ponsel, begitu pula BlackBerry. IMEI ini tertera di bagian dalam ponsel saat Anda melepas baterai dan juga berada di bagian kardus paket pembelian BB.

Cara untuk mengecek IMEI adalah dengan menekan tombol *#06#. Anda juga bisa mengecek nomor IMEI sekaligus PIN dengan cara menekan Options lalu pilih Status. Bisa juga dengan menekan ALT+CAPSLOCK+H.

2.   Cek usia penggunaan

Kita juga dapat mengetahui dengan mudah berapa lama BlackBerry tersebut telah digunakan. Hal ini berguna bagi kita yang akan membeli perangkat BlackBerry terbaru. Salah-salah ingin yang baru, ternyata BlackBerry tersebut sudah pernah digunakan selama beberapa waktu.

Cara mengecek lama penggunaan BB adalah dengan menekan menu BB lalu pilih menu Options diikuti dengan memilih menu Status. Pada tampilan yang muncul, Anda ketik BUYR.

3.   Cek kinerja BlackBerry

Sebelum membeli BlackBerry, Anda bisa menguji berbagai fasilitas yang ada. Hal ini berguna untuk menghindari penyesalan di kemudian hari. Anda bisa mengecek semua fitur BlackBerry mulai dari kondisi fisiknya hingga fitur suaranya. Caranya adalah dengan menekan menu BB dan pilih Options, lalu pilih Status dan tulis TEST.

4.   Cek fisik dan kelengkapan isi paket penjualan

Biasanya pada paket penjualannya akan terdapat charger, kabel data, memory card, manual book, CD driver, handsfree, dan beberapa kelengkapan lainnya untuk tipe BlackBerry tertentu, misalkan saja akan mendapat leather case untuk BlackBerry.

Anda juga harus melihat kondisi permukaan dari casing pembungkus BlackBerry Anda, terutama BlackBerry yang baru. Yang namanya baru, tentu saja BlackBerry-nya masih berpenampilan mulus dan tidak ada goresan sedikit pun.

5.   Pastikan adanya garansi

Saat ini, semua operator seluler, terutama GSM, menjual perangkat BlackBerry. Alhasil Anda harus mendapat jaminan garansi alias layanan purnajualnya. Hal ini demi keamanan Anda bila sewaktu-waktu terjadi kerusakan/kendala pada BlackBerry tersebut. Bahkan, pihak pabrikannya, yakni RIM, sudah mulai membuka layanan purnajual di kawasan Jabodetabek. (kmp)


Sumber : radarsampit.net

Pengoplos BBM Tidak Ditahan

SAMPIT, Faujianur alias Uji, tersangka pengoplos ribuan liter solar masih bisa melenggang bebas. Penyidik Satreskrim Polres Kotim tidak melakukan penahanan, tersangka hanya diminta wajib lapor.

Pengakuan baru Faujianur, minyak oplosan tersebut bukan diambil dari pangkalan milik PT Lampang Abdi Dirga Jaya (LADJ).  Solar dan minyak tanah (mitan) itu adalah miliknya sendiri yang didapat dengan cara melangsir.

Sebelumnya dalam sebuah penggerebekan Senin malam (22/10), polisi berhasil mengamankan ribuan liter bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan minyak tanah (mitan) di pangkalan LADJ Jalan Gatot Subroto No. 9 RT 10 RW 03, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang

“Minyak tanah dan solar itu saya beli sendiri di luaran. Minyak-minyak itu bukan milik PT Lampang, hanya kebetulan saja sewaktu ditangkap polisi truk tangki saya parkir dalam gudang pangkalan milik PT Lampang. Pemilik PT Lampang kerabat saya,” kata Uji, kemarin (27/10).

Tersangka juga mengakui 24 jeriken solar yang turut ditemukan polisi di tempat kejadian perkara (TKP) itu adalah miliknya. Diakui Uji, minyak solar tersebut hanya untuk dipergunakan sendiri tidak diperjualbelikan kepada warga. “Saya memang membeli solar pakai jeriken, itupun untuk bahan bakar truk tangki saya sendiri. Dan lagi tidak mungkin truk tangki ikut mengantri di SPBU, makanya saya menyetok solar sendiri untuk menjalankan truk tangki saya,” akuinya.

Uji menceritakan usaha ilegal yang berujung berurusan dengan penegak hukum itu baru dilakoninya, bahkan truk tangki dengan nomor polisi KH 9152 FB yang digunakan masih dalam masa kredit. Menurutnya,  CV Syifa Pratama bergerak di bidang transportir jasa pengiriman BBM industri.

Sebelumnya, Senin (22/10) malam, polisi mengerebek gudang pangkalan minyak tanah di kawasan Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sawahan, Kecamatan MB Ketapang. Aparat mendapatkan 5000 liter solar yang telah di oplos minyak tanah tersimpan dalam mobil tanki berbendera CV Syifa Pratama.

Tidak hanya itu, turut disita 5 drum kosong, 24 jeriken berisi solar masing-masing isi 33 liter, satu buah mesin pompa alkon, dua selang dan dua rol kawat. Dalam kasus ini, polisi menjerat pelaku Uji dengan pasal 53 huruf a, b dan c UU RI No. 22 tahun 2011 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas).
Tersangka Uji telah melakukan tindak pidana, mengolah, mengangkut dan menyimpan BBM jenis solar tanpa dilengkapi surat ijin dari pihak berwenang. Modus yang dilakukan Uji adalah mencampur 4000 liter solar dengan 1000 liter minyak tanah.

“Ternyata benar di Kotim ada terjadi penyalahgunaan BBM, buktinya kami mengamankan satu buah truk tangki berisikan solar, modusnya minyak solar dioplos dengan minyak tanah dan total minyak sebanyak 5.000 liter,” tegas Kapolres Kotim AKBP Andhi Triastanto. (fm)


Sumber : radarsampit.net

Senggol GL Max, Mega Pro Hantam Truk

SAMPIT, Akibat kurang hati-hati dalam berkendara, Arjun (38), warga Jalan Makam Raya III Kelurahan Katingan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, terpaksa menjalani perawatan di Rumah Sakit dr Doris Sylvanus Palangkaraya. Motor yang dikendarainya menyenggol sepeda motor GL Max dari arah yang sama (Palangkaraya), kemudian menabrak truk tanki yang sedang parkir.

Kanit Lakalantas Polres Kotim Salahiddin mengatakan, kejadian bermula saat sepeda motor jenis Mega Pro warna merah dengan No. Pol KH 5027 NY yang dikendarai Arjun melaju dengan kecepatan tinggi dari Palangkaraya menuju Sampit. Ketika sampai di Jalan Tjilik Riwut Km. 74 Desa Pelantaran, Arjun bermaksud mendahului sepeda motor Honda GL Max bernomor polisi N. 4046 BQ yang dikendarai Yudi Santoso. Saat akan mendahului, Arjun menyenggol bagian belakang sepeda motor GL Max tersebut sehingga lepas kendali. Arjun oleng ke kanan dan menabrak bagian belakang mobil truk tangki warna kuning. “Akibat lalai Arjun mengalami luka-luka dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit,“ katanya.

Dikatakanya, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu, namun kerugian materil sekitar Rp 1.000.000. Barang bukti berupa sepeda motor dan truk sudah diamankan, sedangkan Arjun dalam proses perawatan di rumah sakit. “Untuk kedepannya kita masih menyelidiki dan memeriksa olah TKP untuk masalah ini, “katanya.  (hen)

 


Sumber : radarsampit.net

Side Job, Bikin Tebel Dompet

Setiap tahun kebutuhan sobat Aksi semakin banyak. Mulai dari beli ini, beli itu. Jatah bulanan dari ortu rasanya nggak cukup jika selalu menuruti keinginan kita. Solusinya, selain melakukan prioritas, perlu pekerjaan sampingan atau side job.

 

MASIH berstatus pelajar tapi sudah bekerja, kenapa tidak? Meski harus pintar-pintar ngatur jadwal, melakukan pekerjaan sampingan setidaknya menjadi langkah awal untuk menjalani kehidupan kedepan.

Seperti yang dilakuin Sepka. Tujuan utamanya menjadi pekerjaan sampingnya hanya untuk menambah isi dompetnya. Di waktu senggangnya, bersama teman-temanya ia melakoni usaha jualan baju.  “Lumayan lah untuk menambah jajan. Lagian kerjanya juga nggak terikat waktu gitu. Jadinya kuliah nggak bakalan terganggu. Kita bisa kerja siang, malam dan di waktu senggang,” tuturnya.

Begitu juga dengan Devina Damayanti, ia juga rajin berwirausaha. Gadis cantik ini pintar mengambil kesempatan di sela-sela jadwal kuliahnya. Biasanya yang dilakukan Devi adalah dengan menjual aksesoris ataupun yang berhubungan dengan kebutuhan mahasiswa. Kadang juga jual pakaian, sepatu dan lainnya.

“Paling jualnya dengan teman-teman dekat aja. Hasilnya ya buat kebutuhan sehari-hari lah.Tujuannya disamping finansial adalah untuk belajar berwirausaha. Menurut saya, belajar berwirausaha itu nggak cukup hanya teori saja. Makanya sekalian dibarengi dengan praktik. Kita dapat ilmu juga, penghasilan juga,” jelas mahasiswa yang suka menyanyi ini.

Salut kita ucapin buat remaja-remaja sekarang yang bisa menambah isi dompetnya dengan penghasilan yang nggak menuntut banyak waktu alias mengisi waktu senggang gitu aja. Karena bagi mereka, waktu adalah uang. Makanya, di sela-sela waktu mereka masih bisa mendapatkan rupiah. Terlebih lagi jika ada mahasiswa yang bisa kerja sambil kuliah alias part time gitu, Salutnya bukan hanya karena penghasilannya saja sobat aksi, tapi cara dia memanajemen waktu sehingga bisa menjalankan kedua-duanya seiring hebat banget. Kebayangkan capenya minta ampun.   

Tyas misalnya. Selain menghabiskan waktu dengan kuliah, ia juga bekerja part time loh sobat aksi. Saat ini dia bekerja di sebuah swalayan gitu.  Setiap harinya ia mesti mengatur waktu antara kuliah dan kerja. Misalnya pagi hingga sore hari ia bekerja. Malam harinya baru kuliah, kebetulan tyas ngambil kuliah malam hari.

“Tujuan bekerja tentu saja karena tuntutan hidup untuk menambah uang saku. Kalau dibilang susah bagi waktu tentu saja, sebab konsentrasi kita mesti dipecah dan dibagi. Intinya bukan pandai-pandai tapi keinginan. Kalau kita mau, pasti bisa punya penghasilan sendiri,” jelas cewek asal kota sampit ini.

Buah dari kerja keras itu, Tyas mendapatkan penghasilan memang nggak terlalu besar perbulannya. Tapi itu sudah cukup bagi Tyas buat biaya kuliah dan tambahan jajannya sehari-hari. Malahan, tempat Tyas bekerja juga memberikan dispensasi jika punya kuliah sore. Ia boleh tidak masuk atau datang terlambat. Asyik kan sobat aksi. Benar juga kayaknya apa yang disampaikan oleh Tyas, kalau ada kemauan pasti bisa punya penghasilan sendiri. (*/bri)

 

 


Sumber : radarsampit.net

Ramalan Zodiak Minggu ini

Scorpio

(24 Oktober-22 November)

Peruntungan : nyatanya apa yang berlangsung tidak semudah dengan yang anda kira pada mulanya. Oleh karena itu tidak baik memandang satu persoalan dengan sebelah mata. Karir : berusahalah untuk lebih mandiri dengan tidak menginginkan pertolongan dari orang lain. Kesehatan : tidak butuh menyangsikan keadaan badan, yang terutama olahraga mesti terus dikerjakan dengan kontinyu. Keuangan : terus mesti berhemat supaya pemborosan tidak hingga menimpa finansial anda. Asmara : coba untuk senantiasa berlaku yang manis, meskipun sakit serta perihnya hati anda.

 

Sagitarius

(23 November-21 Desember)

Peruntungan : meskipun menjumpai problem yang amat rumit, baiknya tak perlu cepat down dulu maupun malas untuk lakukan apa-apa. Tambah baik bicarakan saja dengan sahabat supaya bisa mendapatkan langkah paling baik untuk menyelesaikannya serta pikiran jadi sedikit mudah. Karir : tetaplah tenang dikarenakan seluruh itu tetap didalam batas kewajaran, tidak butuh kuatir. Kesehatan : perlihatkan motivasi sehat anda dengan senantiasa rajin berolahraga pada pagi hari walau cuma lari-lari kecil. Keuangan : tetap stabil serta lancar, tidak butuh terlampau kuatir. Asmara : lihatlah satu problem dari segi sebaiknya serta berusahalah untuk senantiasa berpikir dengan hati serta kepala yang dingin.

Capricorn

(22 Desember-20 Januari)

Peruntungan : jauhi perasaan sangsi serta bimbang. Coba lebih meyakini dengan nada hati yang nampak dengan tiba-tiba. Konsentrasi jangan sempat terpecah cuma dikarenakan kabar yang belum pasti kebenarannya. Ingatlah bahwa itu cuma dapat bikin pusing pikiran. Karir : jaga ucapan anda, janganlah asal bicara dikarenakan pesaing anda telah mulai mencari-cari kesalahan-kesalahan yang anda perbuat. Kesehatan : cukup baik serta stamina cukup terjaga. Cuma saja apabila lakukan perjalanan jauh bila mata telah mengantuk tambah baik anda beristirahat sesaat. Keuangan : dana tetap cukup banyak serta keperluan tetap dapat terpenuhi. Asmara : coba dapatkan kembali situasi yang serasi serta bergairah.

 

Aquarius

(21 Januari-19 Februari)

Peruntungan : situasi tetap merasa panas, walau demikian emosi mesti terus senantiasa termonitor. Di hari ini waspadalah dengan rongrongan yang senantiasa siap menghancurkan anda, maka dari itu waspadalah, jangan sempat dipengaruhi serta terhanyut oleh seluruh itu. Karir : bila tidak pingin karir anda statis baiknya anda mesti lebih pro aktif lagi. Apabila butuh dekati serta ambillah hati atasan. Kesehatan : bila tidak dijaga dengan benar maka bukan hanya mustahil kesehatan anda dapat kembali terganggu. Keuangan : pemasukan tetap cukup baik serta tak ada problem. Asmara : dikarenakan situasi agak merenggang maka dari itu meskipun lagi kesal baiknya ucapan butuh dijaga.

 

Pisces

(20 Februari-20 Maret)

Peruntungan : di hari ini tidak butuh sangsi apabila dapat meniti usaha baru dikarenakan peruntungan cukup baik serta beruntung. Tidak butuh mempunyai pikiran yang macam-macam. Percayalah dengan apa yang sudah anda yakini hingga jalannya gagasan usaha dapat lancar serta tidak hingga alami kendala. Karir : apabila ada tawaran yang beruntung baiknya dapat ditindaklanjuti sebaik-baiknya. Kesehatan : jauhi tidur sampai larut malam hingga larut malam walau kadang-kadang mengasyikkan namun tidak jarang dapat mengakibatkan problem di esok harinya. Keuangan : janganlah sangsi untuk berani ambillah ketentuan mutlak. Yang terutama kepercayaan terus mesti dipegang teguh. Asmara : janganlah senantiasa menyakiti hatinya dikarenakan itu dapat jadi bumerang buat anda sendiri.

 

Aries

(21 Maret-19 April)

Peruntungan : di hari ini sebaiknya bila anda tidak terlampau berambisi, bila anda bersikeras untuk jalan ke tujuan, maka di kuatirkan dapat berlangsung apa-apa. Coba bersabar, tunggulah hingga waktu yang pas untuk meneruskan perjalanan. Karir : coba anda kerjakan tindakan-tindakan yang lebih konkret hingga mereka tidak demikian saja mempermainkan diri anda. Kesehatan : hati-hati ! Batuk pilek anda dapat kambuh kembali bila anda terlampau terlepas kontrol saat memilih menu makanan serta minuman. Keuangan : hari ini bukan hanya waktu yang pas untuk belanja maupun meminjamkan duit. Coba anda lebih keperluan utama hingga tidak nampak problem dengan keuangan anda. Asmara : bikin apa mempermasalahkan masalah yang sukar untuk dikerjakan kurun waktu yang singkat ? Bukankah tambah baik bermesra-mesraan saja ?

Taurus

(20 April-20 Mei)

Peruntungan : situasi mulai mengasyikkan serta posisi perbintangan lalu makin baik saja. Walau demikian segala nya tetap memerlukan kerja keras dengan senantiasa lakukan inovasi terus-menerus untuk meraih kesempurnaan layaknya apa yang anda inginkan. Karir : argumen anda cukup dapat di terima oleh atasan serta dibikin catatan olehnya. Tetaplah berkelanjutan dengan apa yang sudah anda ucapkan. Jangan sempat anda meragukannya sendiri. Kesehatan : jauhi makanan pedas dikarenakan cuma dapat mengganggu pencernaan anda saja. Keuangan : bila dirasa ada kekurangan apa salahnya bila anda mengambil dana yang tersimpan ? Asmara : jalinan agak goyah dikarenakan kurang ada pengertian serta rasa saling yakin, maka dari itu segera introspeksi diri anda.

 

Gemini

(21 Mei-21 Juni)

Peruntungan : di hari ini usaha terlihat alami kemajuan yang cukup cepat serta mendatangkan omset yang lumayan besar. Cuma saja usaha anda mesti senantiasa dimanage supaya problem tidak hingga menghantam anda lagi. Karir : berusahalah bergerak dengan langkah serta gagasan anda sendiri. Itu dapat lebih sukses dari pada anda berpatokan pada metode orang lain yang belum pasti pas dengan keadaan pribadi anda. Kesehatan : janganlah banyak minum yang dingin-dingin dikarenakan batuk pilek anda dapat jadi tambah kronis saja. Keuangan : meskipun di sekarang ini tetap enjoy, bila ada tawaran baiknya dapat anda tampung. Asmara : bikin apa menuruti omongan orang bila selanjutnya dapat beresiko jelek untuk jalinan anda dengan si dia.

 

Cancer

(22 Juni-22 Juli)

Peruntungan : telinga sebaiknya ditutup rapat-rapat di hari ini, terlebih dari nada sumbang yang banyak terdengar di sekitar anda. Jangan sempat turut terhanyut oleh omongan yang tidak benar sekalipun, karenanya rasa mau tahu anda baiknya dihilangkan saja. Karir : tidak ada gunanya melawan perintah atasan. Ingatlah bahwa posisi anda sekarang ini tetap amat lemah hingga anda mesti lebih tahu diri. Kesehatan : bisa saja mengonsumsi makanan pedas walau demikian janganlah over dikarenakan bukan hanya mustahil penyakit perut anda dapat kambuh kembali. Keuangan : walau pemasukan terlihat cukup lancar baiknya terus butuh lakukan pengawasan di sektor pengeluaran supaya tidak timbul pemborosan. Asmara : pertengkaran tetap nampak di permukaan serta itu disebabkan problem yang sepele saja, karenanya coba bersyukur dengan apa yang sudah anda terima.

Leo

(23 Juli-23 Agustus) 

Peruntungan : di hari ini semua gagasan tetap dapat jalan mulus layaknya apa yang anda inginkan hingga betul-betul menggembirakan serta tidak buat pusing. Pada tawaran yang datang, meskipun sesibuk apa pun anda, sebaiknya di terima dulu serta berilah tenggang tempo pelaksanaannya. Jangan sempat buang rejeki yang datang. Karir : problem yang timbul terakhir ini baiknya dapat disikapi dengan pikiran yang tenang serta hati yang jernih hingga tidak hingga terseret ke didalam jurang frustasi. Kesehatan : dikarenakan keadaan badan kurang demikian fit maka sebaiknya melindungi stamina dengan tidak beraktivitas yang cukup berat serta kuras tenaga. Keuangan : cukup baik meskipun di sektor pengeluaran terlihat membengkak. Asmara : tingkatkan jalinan yang mesra serta serasi ini. Jangan sempat jadi mundur ke belakang.

 

Virgo

(24 Agustus-22 September)

Peruntungan : janganlah segan-segan untuk minta anjuran serta anjuran pada orang yang lebih tua yang sudah banyak makan asam garam saat menghadapi problem yang ada didunia. Tak perlu malu maupun sangsi. Coba untuk terus menimba pengetahuan dari mereka. Karir : coba anda lebih tahu diri dengan tidak terlampau menuntut hak namun keharusan mesti lebih anda cermati. Kesehatan : tenangkan pikiran serta hati anda. Janganlah cepat kaget serta kuatir bila datang masalah yang cukup berat serta amat mendesak tersebut. Keuangan : janganlah berlaku sembrono dikarenakan pemasukan yang cukup tinggi tersebut tidaklah ada berarti bila pengeluaran yang perlu dikeluarkan sebenarnya melebihi pemasukan yang ada. Asmara : meskipun agak merenggang, apabila anda kesal janganlah lakukan mengeluarkan kalimat yang menyakitkan hati.

 

Libra

(23 September-23 Oktober)

Peruntungan : hari ini walaupun tidak demikian mujur namun gagasan tetap dapat jalan dengan lancar serta tidak alami kendala, karenanya tidak butuh melacak maupun melaksanakan gagasan baru terlebih yang terlampau berspekulasi. Karir : tetap harus sukar terlepas dari kesangsian yang kadang-kadang amat tidak beralasan. Coba anda lebih meyakini pada kekuatan diri anda sendiri. Kesehatan : jauhi merokok apabila butuh supaya batuk-batuk anda segera hilang serta tidak hingga mengacaukan situasi yang indah ini. Keuangan : pengeluaran terlihat sukar untuk dikendalikan serta ini wajar-wajar saja dikarenakan benar-benar sangat sukar untuk tidak dapat berikan jamuan yang bermakna untuk tamu-tamu anda. Asmara : waspadalah dikarenakan ada orang yang sengaja pingin menghancurkan yang dimimpikan anda dengannya.


Sumber : radarsampit.net

Sabtu, 27 Oktober 2012

Balita Terpanggang Diatas Kasur

PALANGKA RAYA, Dua hari beruntun kota Palangka Raya diamuk si jago merah. Bahkan, seorang balita berusia 2,5 tahun tewas terbakar di dalam rumahnya, saat kebakaran melanda kawasan pemukiman padat di jalan Mendawai VI dan VII, Kamis (25/10) siang. Sementara sembilan unit rumah sekaligus toko berkonstruksi kayu di persimpangan Jalan Rajawali dan Jalan Piranha, Kota Palangka Raya, ludes terbakar, Jumat (26/10) siang.

Saat kebakaran di jalan Mendawai VI dan VII, terlihat seorang ibu rumah berlari keluar dari rumahnya yang terbakar sembari berteriak. “Tolong, anak ku tertinggal di dalam. Tidur diatas kasur,” teriak perempuan yang umurnya berkisar 43 tahun ini sembari menggendong balita umur delapan bulan.

Beberapa orang yang mendengar teriakan itupun berupaya masuk mencoba menolong balita berumur 2,5 tahun yang masih tertidur diatas kasur tersebut. Namun naas, kepulan asap dan api sudah sangat besar di dalam rumah itu.

“Kami sudah coba masuk, tapi asapnya sudah penuh dimana-mana. Api sudah melahap habis seisi rumah. Tidak ada celah sama sekali untuk masuk. Elmayana nama bayi malah itu. Anak ketiga dari H Sahrudi dan Hj Mina. Ibunya mungkin tidak bisa menolong sekaligus, karena menggendong bayi juga,” terang Gatis, warga sekitar yang turut ikut menolongnya.

Ia mengatakan, kebakaran tersebut menghanguskan delapan bangunan rumah dan satu barak tiga pintu yang sebagian besar konstruksinya terbuat dari kayu itu. Sebanyak 11 kepala keluarga atau 59 jiwa kehilangan tempat tinggal. “Apinya cepat membesar. Rumah disini mayoritas berbahan kayu dan rapat. Disini kan padat penduduk,” tandas Gatis.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya Wawan Berlinson mengungkapkan, pihaknya mengerahkan semua unit mobil pemadam untuk mengantisipasi meluasnya kobaran api mengingat lokasi kebarakan merupakan kawasan padat penduduk, dengan kondisi bangunan yang terbuat dari kayu. "Kami baru bisa berhasil memadamkan api pada pukul 14.00 Wib. Api menyebar cukup cepat hal itu akibat pengaruh angin kencang ditambah dengan suhu cuaca yang cukup panas," kata Wawan.

Kapolres Kota Palangka Raya AKBP Nyoman Artana memperkirakan, total kerugian yang terjadi akibat musibah kebakaran tersebut mencapai Rp 1 miliar. Saat ini pihaknya juga masih menyelidiki sumber utama penyebab dari kebarakan tersebut.

"Kami masih menyelidiki sumber utama api, sebab ada masyarakat yang mengatakan akibat kompor meledak, tapi ada juga dugaan akibat korsleting listrik arus pendek," jelasnya.

Sementara itu, Walikota Palangka Raya HM Riban Satia yang langsung melakukan peninjauan ke lokasi kebakaran meminta kepada sejumlah isntansi untuk segera membantu para korban, baik itu terkait dengan kebutuhan pokok dan obat-obatan, serta memberikan tempat penampungan sementara.

"Bagi korban yang tidak memiliki tempat tinggal, sementara bisa ditempatkan di blok-blok bangunan Pasar Kahayan yang masih kosong. Kemudian, kami juga akan segera mengirimkan barang-barang kebutuhan pokok serta obat-obatan," ujar Riban.

Terkait adanya satu korban jiwa akibat kebarakan tersebut, Riban juga memberikan santunan serta bantuan sampai dengan mengurus masalah pemakaman untuk korban itu. "Saya hanya bisa membantu sedikit, dan semoga keluarga korban bisa sabar dan iklas atas kejadian tersebut. Sebab, tentu tidak ada orang yang menginginkan musibah kebakaran itu terjadi, apalagi sampai merenggut jiwa seseorang," tambahnya.

Kebakaran yang menewaskan satu orang balita tersebut cukup menjadi perhatian pejabat setempat. Dimana Kapolda Kalteng Bachtiar Hasanudin Tambunan, Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto dan Wakil Wali Kota Palangka Raya Maryono, turut hadir langsung melakukan peninjauan lokasi kebakaran.

Terpisah, sebanyak sembilan unit rumah sekaligus toko berkonstruksi kayu di persimpangan Jalan Rajawali dan Jalan Piranha, Kota Palangka Raya, ludes terbakar, Jumat (26/10) siang. Seorang korban kebakaran bernama Edi mengatakan, api pertama kali muncul dari atap salah satu rumah yang ditinggal pergi pemiliknya. Api kemudian dengan cepat merambat ke bangunan lapak penjual voucher pulsa seluler di sisi kanannya.

Tak berselang lama, api kemudian dengan cepat menghanguskan tujuh bangunan lain yang juga berkonstruksi kayu. "Saya tahunya sudah ke atas, sudah besar. Kalau di sini itu ada orangnya," kata Edi, saat ditanya sejumlah wartawan.

Petugas pemadam kebakaran (damkar) cukup kesulitan melakukan upaya pemadaman. Selain karena konstruksi bangunan yang mudah terbakar, di sekitar lokasi kejadian juga kekurangan sumber air. Petugas damkar terpaksa menggunakan air dari saluran drainase. Kerugian materiil akibat kejadian ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. (jwr)

 


Sumber : radarsampit.net

Pintu Masuk Bongkar Jaringan Mafia BBM

SAMPIT,  Penangkapan pelaku penyimpangan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh aparat kepolisian di Kotim mendapat apresiasi positif dari sejumlah kalangan. Hal tersebut menjadi pintu masuk untuk mengungkap dan membongkar jaringan mafia BBM. Publik menaruh harapan besar agar polisi mampu menangkap habis para mafia BBM yang merampok hak rakyat. Bos mafia BBM yang menjadi pemodal dan menjadi otak bisnis ilegal ini harus diungkap dan dipenjara.

Seperti diberitakan sebelumnya Ribuan liter BBM oplosan (solar dicampur minyak tanah) disita aparat Polres Kotim dari sebuah pangkalan 42 minyak tanah milik PT Lampang Abdi Dirga Jaya di kawasan Jalan Gatot Subroto No. 9 RT 10 RW 03, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Polisi mengamankan pelaku bernama Faujianur alias Uji. Dia terancam dijerat pasal 53 huruf a, b dan c UU RI no. 22 tahun 2011 tentang Minyak dan Gas Bumi. Uji telah melakukan tindak pidana, mengolah, mengangkut dan menyimpan BBM jenis solar tanpa dilengkapi surat ijin dari pihak berwenang.

“(Penangkapan pelaku penyimpangan BBM itu merupakan) pintu awal membuka jaringan itu (penyimpangan BBM, red). Tidak mungkin (pelaku yang tertangkap) berani kalau tak ada jaringan, dan itu menjadi tugas polisi (untuk membongkar jaringan mafia BBM),” kata anggota DPRD Kotim Ary Dewar.

Ary menuturkan, penyimpangan BBM sudah menjadi rahasia umum dan hampir diketahui oleh sebagian besar masyarakat Kotim, namun, para pelaku, terutama bos besar yang menjadi otak penyimpangan itu sulit diungkap dan ditangkap, padahal, akibat penyimpangan tersebut, masyarakat kesulitan mendapatkan BBM dan harus membeli dengan harga mahal di luar tempat distribusi resmi yang diperbolehkan pemerintah.

Menurut Ary, penyimpangan yang berhasil diungkap polisi baru bagian kecil dari jaringan raksasa bisnis ilegal BBM bersubsidi. Jaringan tersebut harus bisa diungkap dan mata rantai penyimpangan BBM bersubsidi harus diputus oleh aparat terkait. Dia juga mendesak agar proses hukum terhadap pelaku yang tertangkap bisa transparan dan harus memberikan efek jera bagi pelaku lainnya.

Catatan Radar Sampit, hasil temuan tim BBM bentukan Bupati pada 7 Juni 2011 lalu mengungkap ratusan ribu BBM subsidi yang menyimpang. Total BBM bersubsidi menyimpang yang berhasil diungkap sebanyak 837.443,83 liter per bulan. Jumlah itu diperkirakan terus meningkat jika mengamati kondisi saat ini. Tim tersebut juga mengungkap kendaraan yang digunakan untuk menyimpangkan BBM. Namun, hasil temuan itu tidak ditindaklanjuti secara tegas.

Ketua LSM Gerbong Kepentingan Rakyat (Bongkar) Audy Valent Audy Valent menambahkan, penangkapan BBM oplosan tersebut membuktikan dugaan publik selama ini tidak salah. Sulitnya bahan BBM didapat di sejumlah tempat dan BBM yang acapkali langka merupakan akibat dari penyimpangan BBM yang dimainkan secara teratur dan rapi oleh mafia BBM.

“Harus dibongkar habis dan jaringannya harus diputus. Masyarakat menunggu aksi kepolisian untuk mengamankan hak-hak rakyat yang selama ini dinikmati oleh pelaku-pelaku penyimpangan BBM untuk mengeruk keuntungan sendiri,” katanya.

Audy juga mendesak agar Pemkab dapat bertindak tegas terhadap pelaku penyimpangan BBM yang tertangkap tersebut dengan mencabut izin pangkalan yang terbukti melakukan penyimpangan BBM. Tindakan tegas tersebut diperlukan agar hal serupa tidak terulang dan tidak diikuti oleh pemilik pangkalan lainnya.

“Harus ada tindakan tegas dari Pemkab dan pengawasan BBM bersubsidi harus ketat. Polisi juga harus semakin gencar melakukan operasi penangkapan terhadap pelaku penyimpangan BBM ini, jangan sampai hak rakyat terus dirampas,” tegasnya. (ign)

 


Sumber : radarsampit.net

Penyataan Hanif Disesalkan, Ragukan Legalitas Kayu di Pangkalan

SAMPIT, Asosiasi Galangan Kayu Lokal (Aspangkal) Kalimantan Tengah menyesalkan pernyataan Kepala Dinas Kehutanan Hanif Budi Nugroho yang menyebut kayu yang dijual di pangkalan diragukan legalitasnya. Ketua Umum Aspangkal Kotim M Sofian menegaskan, seharusnya Kadishut tidak mengeluarkan pernyataan yang menyudutkan pangkalan yang selama ini menyediakan kayu dengan harga terjangkau kepada masyarakat.

“Pernyataan Kadishut itu terlalu tendesius dengan menyalahkan masyarakat bahkan masyarakat dibuat kebingungan yang mana seharusnya masyarakat diayomi dan dilindungi, bukan disalahkan,” kata Sofian kepada wartawan, kemarin.

Sebelumnya Hanif menegaskan kayu-kayu yang beredar dan dijual bebas di pangkalan diragukan legalitasnya.  Menurutnya, pihaknya selama ini tidak pernah menerbitkan legalitas kayu yang dijual pangkalan.

Menurut Sofian, pihaknya selama ini sudah berupaya berjuang agar ada perlindungan pemerintah terhadap kayu yang mereka jual kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan kayu di wilayah ini. Perjuangan tersebut diantaranya melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kotim dan rapat bersama Pemkab beberapa waktu lalu.

“Dari hasil RDP di DPRD bahkan disimpulkan bahwa Aspangkal diminta tetap melayani penjualan kayu untuk masyarakat dan pemerintah,” tegasnya.

Sofian menambahkan, hasil RDP tersebut kemudian ditindaklanjuti dalam pertemuan dengan Assisten II Pemkab Kotim untuk membahas pembuatan peraturan bupati (Perbup) tentang pemenuhan kayu lokal, namun, hingga kini belum ada satupun payung hukum yang dikeluarkan bagi pihaknya.

“Justru saat itu (rapat di Pemkab) Kadishut sendiri yang tidak hadir dalam pertemuan itu, namun kini datang-datang menyebutkan bahwa kayu yang berada dipangkalan diragukan legalitasnya. Seharusnya pemerintah itu mempunyai upaya yang konkrit untuk menyelesaikan permasalahan susahnya memperoleh kayu lokal ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Hanif mengatakan, selama ini pihaknya sudah berupaya menggelar pertemuan dengan melibatkan pemilik HPH agar kayu-kayu tersebut bisa dilakukan perizinannya. Namun kenyataannya menurut Hanif pemilik pangkalan tidak pernah hadir dalam pertemuan tersebut. “Yang ada cuma surat saja,” katanya.

Kayu yang dinyatakan legal menurutnya adalah keberadaan kayu tersebut jelas asal usulnya serta dokumen perizinan yang lengkap sesuai dengan ketentuan. Namun menurutnya juga “pasar” sepertinya memiliki pendapat lain. Kayu-kayu yang ilegal tersebut murah meriah dibandingkan dengan kayu-kayu yang lengkap perijinannya, sehingga terkesan laris dibandingkan dengan kayu yang ada izinnya. “Tapi jangan salah, kayu yang berasal dari HPH itu bisa dijamin mutunya, sementara yang ilegal kita tidak tahu,” katanya.

Selain itu, menurutnya, pihaknya saat ini tidak bisa berbuat banyak, karena untuk menertibkan hal itu perlu dukungan aparat kepolisian. Jika itu ditertibkan, maka kerugian negara bisa dikurangi.  “Jika harga kayu yang legal Rp 500 ribu per kubik, tapi kayu ilegal hanya Rp 300 ribu per kubik,” tandasnya. (ign)

 


Sumber : radarsampit.net

CSR Sebuah Mandatory

CORPORATE Social Responsibility (CSR) yang hadir sejak Abad 17 terus mengalami perkembangan, belakangan hampir semua perusahaan baik swasta maupun BUMN memiliki program CSR dan berlomba lomba menerapkan beragam kegiatan yang berbasis pada kepedulian kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Untuk memahami seperti apa CSR itu berikut beberapa definisi tentang CSR.

Definisi CSR

Corporate Social Responsibility atau CSR menurut World Business Council For Sustainable Development (WBCSD) adalah sebuah komitmen berkelanjutan dari dunia usaha atau perusahaan untuk bertindak etis dan memberikan kontribusi kepada pengembangan ekonomi pada kelompok masyarakat sekitar ataupun masyarakat luas, bersamaan dengan peningkatan taraf hidup karyawan beserta seluruh keluarganya.  Sementara  menurut ISO 26000 Karakteristik dari Social Responbility adalah kemauan sebuah organisasi untuk mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan dalam pengambilan keputusan dan bertanggung jawab atas dampak dari keputusan sarta aktivitas yang mempengaruhi masyarakat dan lingkungan. Dalam ISO 26000 Social Responsibility mencakup 7 aspek utama CSR, yaitu: tata kelola organisasi, hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan, praktek bisnis yang adil, isu konsumen serta keterlibatan dan pengembangan masyarakat.

Sedangkan Elkington mengemukakan bahwa sebuah perusahaan yang menunjukkan tanggung jawab sosialnya akan memberikan perhatian kepada peningkatan kualitas perusahaan (profits); masyarakat, khususnya komunitas sekitar (people); serta lingkungan hidup (planet earth). Semetara menurut Magnan & Ferrel mendefenisikan CSR sebagai : ”A business acts in socially responsible manner when its decision and actions account for and balance diverse stakeholder interest”.

CSR sendiri dapat di artikan kepedulian perusahaan terhadap kawasan sekitarnya, baik itu lingkungan, komunitas masyarakat dan perusahaan itu sendiri. Kepedulian ini di bangun dengan penuh kesadaran bahwa apa yang ada di sekitar usaha merupakan bagian dari perusahaan itu sendiri, artinya komunitas masyarakat dan lingkungan sekitarnya merupakan bagian dari proses produksi sebuah perusahaan, dengan kata lain CSR merupakan “kepedulian organisasi bisnis untuk bertindak dengan cara cara mereka sendiri dalam melayani kepentingan organisasi usahanya serta kepentingan public internal”.

Briliant dan Rice, 1988 mengungkapkan bahwa ada nama lain untuk kegiatan CSR yang mirip dan bahkan sering diidentikkan dengan CSR misalnya corporate giving, corporate philanthropy, corporate community relations, dan community  development. Ditinjau dari motivasinya, keempat nama itu bisa dimaknai sebagai dimensi atau pendekatan CSR. Jika corporate giving bermotif amal atau charity, corporate philanthropy bermotif kemanusiaan, dan corporate community relations bernafaskan tebar pesona, maka community development lebih bernuansa pemberdayaan.

Kategori Perusahaan

Menurut Suharto sebagian besar perusahaan di Indonesia menjalankan CSR melalui kerjasama dengan mitra lain, seperti LSM, perguruan tinggi atau lembaga konsultan. Beberapa perusahaan ada pula yang bergabung dalam sebuah konsorsium untuk secara bersama-sama menjalankan CSR. bahkan ada diantaranya yang menjalankan kegiatan serupa CSR, meskipun tim dan programnya tidak secara jelas berbendera CSR.  

Masih Menurut Suharto, pada awal perkembangannya bentuk CSR yang paling umum adalah pemberian bantuan terhadap organisasi-organisasi lokal dan masyarakat miskin di negara-negara berkembang. Pendekatan CSR yang berdasarkan motivasi karitatif dan kemanusiaan ini pada umumnya dilakukan secara ad-hoc, partial, dan tidak melembaga. CSR pada tataran ini hanya sekadar do good dan to look good, berbuat baik agar terlihat baik. Perusahaan yang melakukannya termasuk dalam kategori ”perusahaan impresif”, yang lebih mementingkan ”tebar pesona” (promosi) ketimbang ”tebar karya” (pemberdayaan) 

Namun bila berdasarkan pelaksanaan CSR dilapangan, Suharto mencoba memilah perusahaan berdasarkan kelompok kegaitan CSRnya. Pengelompokan ini menggambarkan kemampuan dan komitmen perusahaan dalam menjalankan CSR. Sehingga pengelompokan ini dapat memotivasi perusahaan dalam mengembangkan program CSRnya. Dan dapat pula dijadikan cermin dan guideline untuk menentukan model CSR yang tepat.   Dengan menggunakan dua pendekatan, sedikitnya ada delapan kategori perusahaan. Perusahaan ideal memiliki kategori reformis dan progresif dan erikut kategori perusahaan yang menerapkan CSR menurut Suharto,2008  :

  1. Berdasarkan proporsi keuntungan perusahaan dan besarnya anggaran CSR:
  • Perusahaan Minimalis. Perusahaan yang memiliki profit dan anggaran CSR yang rendah. Perusahaan kecil dan lemah biasanya termasuk kategori ini. 
  • Perusahaan Ekonomis. Perusahaan yang memiliki keuntungan tinggi, namun anggaran CSR-nya rendah. Perusahaan besar, namun pelit.
  • Perusahaan Humanis. Meskipun profit perusahaan rendah, proporsi anggaran CSRnya relatif tinggi. Disebut perusahaan dermawan atau baik hati. 
  • Perusahaan Reformis. Perusahaan yang memiliki profit dan anggaran CSR yang tinggi. Perusahaan seperti ini memandang CSR bukan sebagai beban, melainkan sebagai peluang untuk lebih maju.
  1. Berdasarkan tujuan CSR: apakah untuk promosi atau pemberdayaan masyarakat:
  • Perusahaan Pasif. Perusahaan yang menerapkan CSR tanpa tujuan jelas: bukan untuk promosi, bukan pula untuk pemberdayaan. Sekadar melakukan kegiatan karitatif. Perusahaan seperti ini melihat promosi dan CSR sebagai hal yang kurang bermanfaat bagi perusahaan.
  • Perusahaan Impresif. CSR lebih diutamakan untuk promosi daripada untuk pemberdayaan. Perusahaan seperti ini lebih mementingkan ”tebar pesona” ketimbang  ”tebar karya”.
  • Perusahaan Agresif. CSR lebih ditujukan untuk pemberdayaan ketimbang promosi. Perusahaan seperti ini lebih mementingkan karya nyata ketimbang tebar pesona.
  • Perusahaan Progresif. Perusahaan menerapkan CSR untuk tujuan promosi dan sekaligus pemberdayaan. Promosi dan CSR dipandang sebagai kegiatan yang bermanfaat dan menunjang satu-sama lain bagi kemajuan perusahaan

 

Pelaksanaan CSR

CSR dalam pelaksanaannya masih belum memilki visi yang sama, masing masing perusahaan memiliki metode pemahaman yang berbeda dalam pelaksanaanya di lapangan. Kondisi ini bisa di lihat dalam pengelolaan CSR perusahaan yang beroperasi di wilayah Kalimantan Tengah,  dan khususnya di wilayah Kotawaringin. Bila berdasarkan aktiviatnsya yang sering di publis di media masa serta menurut  Briliant and Rice 1988, maka perusahaan yang beroperasi di wilayah Kotawaringin dapat di bagi menjadi 2 kelompok yakni Corporate Giving dan Corporate Philanthropy.

Corporate giving adalah perusahaan yang lebih condong melakukan pekerjaan CSR hanya sebatas sumbangan atau bantuan, misalnya memberikan bantuan terhadap pembangunan rumah ibadah, bantuan seragam sekolah, bantuan alat tangkap ikan, bantuan beasiswa, dan lain lain.  Sedangkan Corporate Philanthropy cenderung kepada bantuan bencana alam, pengobatan gratis, pasar murah dan lain lain. Sementara perusahaan yang merupakan kelompok corporate community developmet atau perusahaan yang berorientasi pada pemberdayaan masih bisa di katakan sangat sedikit, pemberdayaan dapat di maknai sebagai penguatan terhadap kemandirian ekonomi masyarakat, peluang kerja, program peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Perusahanan yang demikian mendasarkan bahwa CSR bukan semata mata program sosial yang menjadikan perusahaan sebagai sebuah lembaga amal atau wakil pemerintah khususnya departemen social.

Dari  ratusan perkebunan sawit yang beroperasional di wilayah Kotawaringin, berdasarkan publis media hanya ada beberapa perusahaan yang secara berkala melakukan pendampingan dan pelaksanaan program CSR berbasis community development, sebut saja Sinar Mas Group, BGA group, Musirawas Group, dan A Goodhope Company. Pada hakikatnya program CSR sebuah perusahaan tetap memberikan dampak yang positif bagi masyarakat sekitarnya walaupun hanya sebatas bantuan, namun bila di lihat berdasarkan nilai investasi dan profit perusahaan maka kegiatan CSR yang dilakukan hanya sebatas menggugurkan program kerja saja tanpa arah yang jelas. Sebagai contoh kehadiran perusahaan perkebunan sawit di desa Kuluk Telawang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur kehadirannya mendapat respons positif dari masyarakat, hal ini didasari karena program CSR-nya mendapat simpati dari masyarakat setempat. contoh di atas memberikan penegasan bahwa CSR sekarang telah mengalami perkembangan yang beragam, sehingga sudah sepantasnya pelaksanaanya berbasis pada needs assessment, sehingga memiliki korelasi positif dalam menciptakan kebaikan serta meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat setempat.

 

Dasar Mandatory

Kalo ditelaah berdasarkan teori Elkington, maka bisa dipastikan bahwa semua perusahaan yang melakukan operasi usahanya pada sebuah wilayah harus memiliki kepedulian terhadap komunitas dan lingkungan sekitarnya, tidak saja profit semata, namun ada keseimbangan antara kepentingan masyarakat sekitar usaha dan keseimbangan lingkungan. Agar penerapan CSR bisa memiliki target yang  jelas, maka pelaksanaanya diatur dalam perundang- undangan sehingga bisa dipastikan bahwa CSR merupakan mandatory yang harus di laksanakan.  Berikut dasar hukum untuk melaksanakan program CSR.

  1. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dalam Bab V Pasal 74 ayat (1), (2), (3), dan (4)
  2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal dalam Pasal 15 (b) dan Pasal 34
  3. c.    Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada bagian menimbang butir a, b, d, e, Pasal 1 butir 1, 2, 3, dan Pasal 3.

 

(Olly Suryono adalah  Kepala Biro Radar Sampit di Palangka Raya)

 


Sumber : radarsampit.net

Buku Putih Pelayanan Publik dan Partisipasi Publik

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit baru saja berganti. Walau pun tidak asing dengan rumah sakit yang ia mulai pimpin kembali, memerlukan waktu untuk menata ulang rumah sakit tersebut. Sementara itu keluhan demi keluhan pemakai jasa RSUD masih terdengar, terutama dari Harian Radar Sampit, yang menyalurkan dengan baik aspirasi, saran, usulan, kritik, keluhan dan uneg-uneg masyarakat, sebagaimana laiknya fungsi media massa.

Salah satu keluhan terbaru adalah yang disiarkan oleh Ruang Publik Harian Radar (17 Oktober 2012) Sampit,  sebuah ruangan sangat penting, sebagai berikut:

“To Direktur RS Dr. Murjani Sampit,

Istri saya, perutnya bengkak besar, lalu saya rujuk ke RS Dr. Murjani Sampit dan ditempatkan di ruang Melati. Keesokan harinya dokter pun datang, diperiksalah istri saya, katanya ini cuma mag.  Jadi saya bingung kenapa dokter langsung bilang mag, sedangkan dia belum lihat hasil rontgen. Keesokan harinya dokter pun datang lagi,  terus dia bilang banyak cairan di perut istri saya dan jantung istri saya bengkak 3 kali lipat dari biasanya. Dia bilang, kami tidak bisa mengobatinya”

+6281251049775”

Saya bisa memahami dan merasakan kegundahan sang suami menghadapi keadaan demikian. Sementara dokter dari salah satu  rumah sakit terbesar di Sampit dan bahkan di Kalteng, setelah melakukan ‘pemeriksaan seadanya’,  terkesan  bersikap dan berkata dingin: “Kami tidak bisa mengobatinya”. Suami tetap kurang yakin dengan penyakit yang diidap istri.

Saya tentu saja tidak tahu mengetahui keadaan sebenarnya, hanya dari pengaduan  +281251049775 sebagai pengguna jasa RS, saya menangkap adanya persoalan dalam hal pelayanan publik, tanggungjawab profesional dan nurani sebagai manusia.

Untuk mengatur pelayanan publik, Republik ini sudah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia No.25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik. Hanya saja seperti umum terjadi di negeri ini UU diterbitkan untuk dilanggar, dan salah satu pelanggar utamanya tidak lain dari perangkat Republik itu sendiri. Mereka menahan bahkan memenjarakan UU dan peraturan atau mengabaikannya atau mencari celah-celah untuk menyalahgunakan kekuasaan. Hal ini saya alami langsung bukan hanya sekali, misalnya saat melakukan penelitian tentang APBD Kalteng untuk melihat besar dana pilkada beberapa tahun silam.Penelitian ini saya lakukan bersama tim lain mencakup 14 provinsi lain di Indonesia. Tujuannya untuk mengetahui mana lebih murah penyelenggaraannya dengan hasil serupa, menyelenggarakan pilkada serentak atau sendiri-sendiri. Kesimpulan penelitian: Pilkada serentak jauh lebih murah.

Waktu itu walau pun saya sudah mendapat surat pengantar dari Sekda Provinsi untuk mendapatkan data, dan memperlihatkan UURI No.25  Tahun 2009 dan UURI No.14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, tetap saja pihak-pihak terkait tidak mau memberikan saya data yang saya perlukan. Data kemudian saya peroleh melalui jalur lain dengan membayar per halaman.

Pengalaman lain, ketika saya mengalami luka-luka terutama di bagian kepala akibat jatuh. Saya dibawa ambulans ke RS dr.Doris Sylvanus Palangka Raya, dan masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD). Setelah 13 lebih luka-luka di kepala saya dijahit, saya terpaksa menginap di rumah sakit di ruang utama kelas satu.  Diberi infuse. Menurut jururawat yang melaksanakan perintah dokter saya akan diberi infus tiga botol. Hanya saja  sampai pagi berikutnya satu botol infus yang dialirkan melalui tangan saya tidak pernah habis. Dokter tidak lagi pernah datang. Juga jururawat. Di resep tertulis antara lain saya harus membeli 3 botol infus, obat penahan sakit dan sejumlah vitamin. Melihat keadaan pelayanan demikian, saya memutuskan untuk keluar dari RS. Jururawat mengatakan ‘Boleh, tapi bayar dulu ongkos-ongkos ’. ‘Tentu saja akan saya selesaikan’. Jawaban jururawat ini mengesankan bahwa kesehatan manusia tidak penting baginya dibandingkan dengan uang.

Ketika kami melakukan siaran di Radio FM  Bravo Palangka Raya, disertai oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalteng Arif Budiatmo, dengan tema RS dr.Doris Sylvanus dan Kesehatan Rakyat di Kalteng, berbagai keluhan dan kritik dari pendengar mengalir masuk. Mendengar keluhan dan kritik demikian banyaknya, saya pikir alangkah baiknya jika dibuat sebuah Buku Putih tentang RS dr. Doris Sylvanus ini dengan harapan supaya  visi & misi Rumah Sakit dr.Doris Sylvanus yang diiklankan hampir saban hari di Harian Tabengan bisa diindahkan.

Menurut visi & misi yang diiklankan saban hari,  RS dr.Doris Sylvanus mempunyai visi & misi sebagai berikut :

Visi: Menjadi rumah sakit unggulan di Kalimantan.

Misi: (1). Meningkatkan pelayanan yang bermutu prima dan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran (Iptekdok); (2). Meningkatkan SDM yang profesional dan berkomitmen tinggi;  (3).Meningkatkan sarana dan prasana yang modern; (4). Meningkatkan manajemen yang efektif dan efisien; (5). Menjadikan pusat pendidikan dan penelitian di bidang kesehatan.

Motto: Bajenta Bajorah” (Memberikan Pelayanan dan Pertolongan Kepada Semua Orang dengan Baik, Ramah, Tulus Hati dan Kasih Sayang).

Dalam Buku Putih itu Visi dan Misi di atas dijadikan salah satu tolokukur penyelenggaraan RS dr. Doris Sylvanus. Demikian juga dalam pembuatan Buku Putih tentang RS. Dr.Murjani Sampit. Praktek pelayanan dihadapkan dengan visi dan misi RS dr.Murjani. Sebagai Buku Putih tentunya ia dilengkapi dengan dokumen-dokumen dan foto-foto. Buku putih adalah salah satu cara membawa masalah ke tempat terang.

Dengan pelayanan publik di RS seperti sekarang orang kecil dilarang sakit karena selain mereka tidak mampu membayar, juga akan tambah sakit bahkan segera menghembuskan nafas terakhir.

Dua contoh yang langsung saya alami ditambah dengan interaksi dengan pendengar Radio Bravo serta pengaduan  +281251049775 tentang pelayanan di RS dr. Murjani Sampit, nampak pelayanan publik di RS dan sejumlah kantor publik lainnya masih belum menggembirakan.

Tingkat pelayanan jika diusut lebih jauh akan berhubungan dengan penghayatan terhadap tanggungjawab, sumpah jabatan, profesionalisme dan mencerminkan kadar kemanusiaan seseorang di pelayanan publik.  Media massa negeri ini sering memberitakan tentang matinya nurani pelayan publik di rumah sakit, pengadilan, kepolisian, dan lain-lain.

Cara lain untuk mengembalikan pelayanan publik, dalam hal ini Rumah Sakit, sesuai visi dan misi, agar visi dan misi itu tidak menambah daftar kemunafikan penyelenggara Negara, adalah melibatkan partisipasi publik, pengguna  jasa pelayanan. Caranya,  yaitu dengan menyediakan kota pengaduan dan aspirasi. Kepada semua pengguna jasa pelayanan, diberikan blangko isian dengan format tertentu, antara lain mencantumkan hari, tanggal, jam, nama-nama dokter dan jururawat yang menangani, bagaimana mereka melayani pasien, dll. Setelah  diisi, lembaran ini dimasukkan ke dalam kotak pengaduan dan aspirasi yang kuncinya dipegang langsung oleh Kepala Rumah Sakit, bukan oleh petugas lain. Tujuannya, mencegah pembuangan surat-surat pengaduan dan aspirasi ini dan tanggungjawab RS ada di tangan Direktur. Kalau terjadi gugatan publik, alamat gugatan pun hanya satu: Direktur! Soal internal RS adalah tanggungjawab dan urusan Direktur.  

Pembacaan surat pengaduan dan aspirasi ini dilakukan dalam rapat khusus bersama secara periodik, bila perlu mengundang media massa. Dengan demikian transparansi dan pengawasan masyarakat terlaksana.

Partisipasi publik dan pengawasan sosial oleh publik dengan cara ini, melengkapi apa yang sekarang dilakukan dengan baik oleh Harian Sampit. 

Cara lain membentuk Perhimpunan Pengguna Pelayanan Publik, cq RS. Penanggungjawab Perhimpunan ini yang kemudian melakukan pengaduan masalah ke DPRD, dan bila perlu membawa permasalahan ke Pengadilan Negeri. Menggugat pelayanan publik ke Pengadilan bukanlah sesuatu yang asing, terutama di negeri-negeri demokratik. Sebab nampaknya keluhan dan keluhan, kritik dan kritik setajam apa pun sering dicuekkan oleh muka-muka menebal dan nurani yang mati.Dengan cara ini kesadaran warga negara ditingkatkan dan kata-kata  mereka mempunyai daya paksa. Warganegara menjadi subyek, tidak lagi menjadi obyek. Dengan cara ini, warganegara sebagai subyek turut mengelola negara, tidak bersandar pada belas kasihan pada penyelenggara negara. Tapi menjadi tuan dan nakhoda atas nasib diri.  Pandangan dan sikap begini yang belum dominan di negeri ini sekarang sehingga rakyat belum berdaulat. Padahal kedaulatan rakyat merupakan salah satu bagian utama dari nilai republikan dan berkeindonesiaan. Kemenangan Jokowi-Ahok memperlihatkan kemungkinan pandangan dan sikap ini dominan, ada! (Kusni Sulang)

 


Sumber : radarsampit.net

Jumat, 26 Oktober 2012

Disetubuhi 35 Kali

SAMPIT, Pengakuan Mawar (nama samaran) benar-benar membat kaget seisi sidang. Gadis polos yang masih duduk di kelas IX salah satu SMP di Sampit ini mengaku dirinya telah disetubuhi sebanyak 35 kali oleh pacarnya yang kini menjadi terdakwa. “Aku disetubuhi sebanyak 35 kali. Awalnya aku tidak mau tapi  terus dirayu hingga akhirnya aku mau,” akunya  polos saat menjadi saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sampit, kemarin (24/10).

Gadis 14 tahun bertubuh mungil ini dengan jelas menceritakan hubungan terlarangnya dengan FF (16) yang membuatnya hamil hingga menjelang 8 bulan ini.

Di depan majelis hakim yang diketuai Suwandi, jaksa penuntut Sudiono dan kedua orang tuanya dalam sidang tertutup kemarin, Mawar mengaku dirinya sempat menolak untuk melayani nafsu bejat terdakwa FF. Namun dengan bujuk rayunya, Mawar pun terkecoh hingga dirinya digagahi sebanyak 35 kali dalam beberapa bulan semenjak keduanya menjalin hubungan asmara.

“Awalnya aku diajak nonoton film bokep yang ada di HP dia (FF). Aku langsung diajak untuk menirukan adegan yang ada di film itu, namun aku tolak,” terang pebut perempuan berambut sebahu ini.

Namun lantaran FF terus merayunya,  pertengahan Juni 2012 lalu pun, Mawar mesti pasrah melayani nafsu birahi FF yang sudah tidak terbendung lagi. “Aku dijanjikan akan dinikahi jika suatu saat aku hamil,” lanjutnya. Ia menjelaskan, hubungan intim yang dilakukan keduanya pertama kali praktikkan di sebuah kamar di rumah orang tua terdakwa, hingga berlanjut di rumah pamannya.

FF pun harus pasrah mendengar pengakuan sang pacar, kini ABG berpostur kurus ini harus siap-siap menunggu ancaman hukuman dari sang pengadil.

Seperti diketahui, FF ditetapkan sebagai tersangka Selasa (4/9) lalu, setelah penyidik Polsek Ketapang mendapat pengaduan dari ibu korban. FF ditangkap di rumah kediamannya di di H Imran Kelurahan Mentawa Baru Hilir Kecmatan Mentawa Baru Ketapang. Kasus itu terungkap saat ibu mawar menaruh curiga atas perubahan sikap dan fisik pada anaknya. Setelah ibunya mengajak mawar periksa kandungan di rumah sakit, hasil USG menunjukan bahwa mawar hamil 5 bulan. FF pun dibidik dengan Pasal 81 UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jonto 287 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara selama 10 tahun. (aya)

 


Sumber : radarsampit.net

Dewan Kuras Ratusan Juta, Studi Banding Tanpa Mengetahui Nama Tujuan Lokasi

SAMPIT, Meski mendapat sorotan tajam dari masyarakat, DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berencana tetap melakukan perjalanan dinas berupa studi banding tanpa terkendali. Parahnya, studi banding kali ini dilakukan tanpa mengetahui nama tujuan lokasi yang akan dipelajari sehingga terkesan serampangan dan tanpa perencanaan matang. Meski demikian, dewan bersikukuh studi banding dilakukan untuk kepentingan pembangunan di daerah.

Dari informasi yang diperoleh Radar Sampit, Rabu (24/10), anggota dewan yang akan berangkat studi banding adalah Komisi I dan Komisi III. Komisi I berencana studi banding ke Provinsi Bali untuk mempelajari standar rumah sakit berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Tabanan, Bali, dan soal kependudukan, sedangkan Komisi III berencana studi banding ke Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Komisi I Marwan membenarkan bahwa pihaknya berencana melakukan studi banding ke Tabanan, Bali. Tujuannya adalah untuk mempelajari standar pelayanan BLUD rumah sakit di kabupaten tersebut. Namun, ketika ditanya nama rumah sakit yang akan dituju, Marwan tidak bisa menjawab, dia hanya menegaskan bahwa tujuan ke Tabanan sudah dirapatkan di Komisi I dan pihaknya juga telah mengundang pihak RS Murjani untuk bisa ikut serta.

“Tujuan kita (studi banding) untuk mempelajari masalah rumah sakit, terkait standar pelayanan BLUD (di Tabanan) agar pelayanan (RS Murjani Sampit) lebih prima,” katanya.

Menurut Marwan, pihaknya melakukan studi banding masalah rumah sakit karena permasalahan pelayanan di BLUD RS Murjani sempat dikritik, sehingga sebagai mitra kerja RS Murjani, Komisi I yang membidangi soal pelayanan di rumah sakit perlu mempelajari tentang standar pelayanan di daerah lain.

Ketika ditanya kenapa Bali yang dipilih, bukan rumah sakit di wilayah Kalimantan yang juga memiliki predikat bagus, Marwan mengatakan, hal itu berdasarkan kesepakatan anggota komisi I, selain itu, berdasarkan informasi yang diperoleh, BLUD di Tabanan merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.  “Hasil yang diharapkan dengan adanya kunjungan kerja ini, BLUD milik Pemkab Kotim bisa didorong (seperti pelayanan di rumah sakit yang dikunjungi),” katanya.

Marwan juga mengaku pihaknya pernah melakukan studi banding ke BLUD rumah sakit di Tabanan, namun, tujuan saat itu hanya mempelajari pendirian status BLUD, bukan soal standarisasi pelayanan, sehingga soal standar pelayanan juga perlu dipelajari kembali ke daerah itu.

Marwan mengungkapkan, jika studi banding jadi dilakukan, pihaknya dijadwalkan berangkat pada 29 Oktober mendatang dan akan berada di Bali selama enam hari. “Tapi itu baru rencana, karena persetujuannya tergantung Sekwan dan pimpinan dewan,” katanya.

Terpisah, Ketua Komisi III Rimbun mengatakan, pihaknya  juga merencanakan melakukan studi banding ke NTT untuk mempelajari soal bandara di daerah tersebut. Namun, sama halnya dengan Marwan, Rimbun juga tidak bisa menjawab ketika ditanya nama bandara yang akan dikunjungi untuk dipelajari tersebut.

“Rencananya kami memang mau berangkat, tapi belum final. Rencananya mau ke NTB (Nusa Tenggara Barat) untuk mempelajari masalah operasional bandara dan tata kota, tapi (keberangkatan) itu belum final,” katanya seraya menambahkan, jika jadi, pihaknya berangkat pada 29 Oktober 2012 nanti dan akan berada disana selama sekitar 4 – 5 hari.

Menurut Rimbun, NTB sengaja dipilih karena bandara yang dimiliki daerah itu sudah standar nasional, sehingga layak untuk dijadikan tempat studi banding. Diharapkan dari kunjungan itu, pihaknya bisa mempelajari tentang pengelolaan dan pembangunan bandara setempat agar bisa diterapkan di Kotim.

DPRD Kotim sebelumnya dikritik habis-habisan oleh sejumlah kalangan dan pengamat. Perjalanan dinas, baik studi banding maupun bimbingan teknis dituding hanya proyek jalan-jalan yang menghabiskan uang rakyat tanpa hasil dan manfaatnya bagi daerah. Pengamat ekonomi dan sosial politik di Kotim, Sukransyah Djamudin mengatakan studi banding yang dilakukan anggota dewan selama ini sudah kabur dan melenceng dari tujuan awalnya untuk meningkatkan pembangunan di daerah. Studi banding yang dilakukan hanya dijadikan alasan untuk jalan-jalan dan berwisata.

 

Habiskan Ratusan Juta

Apabila jadi berangkat, dipastikan studi banding berbau wisata dan plesiran para wakil rakyat tersebut akan menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah. Satu orang anggota dewan yang berangkat menghabiskan biaya paling sedikit Rp 2,5 juta per hari dengan tujuan kota wisata, sehingga jika dua komisi berangkat sekaligus, total anggaran yang dihabiskan sekitar Rp 265 juta lebih.

Jumlah tersebut merupakan asumsi yang diperoleh dari total anggota komisi yang berangkat dan lamanya studi banding dilakukan dikali biaya yang harus dikeluarkan per anggota dewan dengan tujuan kota tertentu. Kota yang dipilih oleh dua komisi tersebut merupakan kota kawasan wisata, sehingga anggaran yang dikeluarkan lebih besar dibanding jika dibanding studi banding ke daerah lain.

Dalam Peraturan Bupati Kotim Nomor 3 tahun 2012 tentang perjalanan dinas dalam negeri bagi pejabat eksekutif dan legislatif di Kotim, besaran anggaran perjalanan dinas anggota dewan ke luar daerah rata-rata lebih sejuta per hari, misalnya, tujuan Jakarta ditetapkan sebesar Rp 1.700.000,  Balikpapan, Batam, dan kawasan wisata di Jawa atau Bali dan NTB sebesar Rp 2.287.500. Jumlah itu ditambah lagi dengan biaya tiket pesawat yang tidak ditetapkan dalam Perbup dan biaya representasi sebesar Rp 250 ribu untuk Jakarta dan Rp 187.500 untuk ibukota provinsi. (ign/ton)

 


Sumber : radarsampit.net

Lima Ribu Liter Solar Oplosan Disita

SAMPIT, Dugaan kuat adanya mafia BBM (bahan bakar minyak) yang mengeruk keuntungan dari BBM bersubsidi terbukti. Aparat Polres Kotim menyita 5.000 liter solar oplosan. Ribuan liter BBM oplosan (solar dicampur minyak tanah) disita dari sebuah pangkalan 42 minyak tanah milik PT Lampang Abdi Dirga Jaya di kawasan Jalan Gatot Subroto No. 9 RT 10 RW 03, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin malam (22/10).

Di dalam gudang, polisi menyita truk tangki Isuzu dengan nomor polisi KH 9152 FB CV Syifa Pratama yang terindikasi bermuatan minyak solar campur minyak tanah kurang lebih 5.000 liter. Tidak hanya itu, turut disita 5 drum kosong, 24 jeriken berisikan solar masing-masing berisi 33 liter, satu buah mesin pompa alkon, dua selang, dan dua rol kawat berikut segel Pertamina.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan pelaku bernama Faujianur alias Uji. Dia terancam dijerat pasal 53 huruf a, b dan c UU RI no. 22 tahun 2011 tentang Minyak dan Gas Bumi. Uji telah lakukan tindak pidana, mengolah, mengangkut dan menyimpan BBM jenis solar tanpa dilengkapi surat ijin dari pihak berwenang.

Kapolres Kotim AKBP Andhi Triastanto menyatakan bahwa memang benar di wilayah Kotim ini terdapat mafia BBM yang lakukan aktivitas ilegal menyalahgunakan BBM, dengan modus mengoplos solar dengan minyak tanah. “Ternyata memang benar di Kotim ada terjadi penyalahgunaan BBM, buktinya kami mengamankan satu buah truk tangki berisikan solar, modusnya minyak solar telah dicampur dengan minyak tanah dengan total jumlah sebanyak 5.000 liter,” kata Andhi di Polres Kotim, kemarin (24/10).

Andhi menjelaskan pengungkapan ini berawal ketika pihaknya menerima informasi dari masyarakat tentang adanya sindikat dalam penyalahgunaan BBM di Kotim. Laporan tersebut ditindak lanjuti dengan membentuk tim untuk lakukan penyelidikan dan hasilnya, tim menemukan aksi penyalahgunaan izin pangkalan.

“Pangkalan minyak tanah ini telah menyalahgunakan ijin dengan lakukan aktivitas ilegal mengoplos solar dengan minyak tanah. Seluruh barang bukti telah kami amankan. 5.000 liter solar bercampur minyak tanah ini rencananya akan dijual kepada perkebunan ataupun perusahaan lainnya,” tegasnya.
Informasi kepolisian, modus operandi pelaku yakni membeli solar sebanyak kurang lebih 4.000 liter seharga Rp.7.000  per liter dari sebuah tugboat bernama Koh Mah di perairan Desa Basirih, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Samuda.

Sebelumnya, truk tangki yang digunakan untuk mengangkut telah diisi terlebih dahulu dengan 1.000 liter minyak tanah. Selain terindikasi akan diedarkan ke perkebunan, rencananya solar oplosan itu akan di jual ke Desa Tangar  kepada para pendulang emas seharga perliternya Rp8.200. Namun nahas, belum sempat ribuan liter solar oplosan ini terjual, aksi pelaku sudah diketahui oleh petugas dengan menggerebek gudang pangkalan minyak tanah di kawasan Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sawahan, Sampit, Senin (22/10) pukul 20.30 WIB.

Pantaua Koran ini, kemarin siang pelaku Faujianur alias Uji yang status masih terperiksa sedang menjalani pemeriksaan di ruang Satreskrim, Polres Kotim. Truk tangki CV Syifa Pratama beserta selang dan mesin pompa alkon di angkut ke Mapolres Kotim. Sementara, lima drum kosong bekas minyak tanah dan 24 jeriken berisikan solar diamankan di TKP yang telah disegel aparat dan dipasangi garis polisi. (fm)

 


Sumber : radarsampit.net

Perjuangan Haji Mabrur Dimulai

MULAI 8 Zulhijjah 1433 H, sebagian besar jemaah haji banyak yang menuju arofah, ada juga yang menuju Mina untuk melaksanakan Tarwiyah. Tarwiyah adalah amalan sunnah menginap di Mina semalam, seperti yang dilakukan oleh Nabi sebelum ke Arafah pada tanggal 9 Zulhijjah.

Saya beserta rombongan dalam 1 travel juga sudah menuju Mina untuk melaksanakan Tarwiyah dan keesokan harinya akan menuju Arafah untuk melaksanakan Wukuf. Berbagai amalan disunnahkan selama berada di Mina maupun di Arafah, diantaranya adalah mengumandangkan talbiyah "labaik allahumma labaik, labaik lasyarika lakabaik, innal hamda, wa nikmata laka walmulk la syari kalak" (aku penuhi panggilanMu ya Allah, tiada sekutu bagiMu, sesungguhnya segala fujia, nikmat, dan kekuasaan adalah milikMu, tiada sekutu bagiMu).

Kalimat ini terus berkumandang dari hampir seluruh umat Islam yg melaksanakan haji saat menuju Mina atau Arafah, sampai tanggal 10 zulhijjah. Di sini bagi hamba yagn melaksanakan haji karena Allah, tentu sangat terasa adanya kesyukuran karena bisa berangkat memenuhi panggilan Allah pada saat banyak calon jamaah yg belum bisa ke tanah suci oleh karena banyak hal. Di pihak lain, menyaksikan jutaan manusia dengan pakai putih (ikhram) di padang Arafah yang tandus dengan sinar Matahari yang langsung menerpa ke bumi dengan suasana panas seolah menampilan keadaan hari kebangkitan (yaumul hisab) pada saat semua mahkluk berkumpul di padang Ma'syar untuk menunggu raport amalannya dengan cara berbaris. Di sinilah muncul nasehat yang begitu dalam bagi manusia untuk selalu ingat akan adanya hari pembalasan. Manusia harus selalu berhitung dengan amalnya semasa hidup di dunia.

Pada saat semua jemaah haji tumpah ruah sekaligus di Arafah yang diperkirakan kurang lebih 2 juta orang setiap tahunnya, juga mengajarkan hal lain kepada jemaah yaitu kesabaran. Jalan menuju Arafah dan Mina yang sesak dan macet, fasilitas MCK yang dipakai harus bergantian, suasana panas, terik gurun pasir, dan lainnya, menuntut kesabaran yang tinggi.

Amalan ini bagi seorang muslim jelas baik sekali, manakala sikap hidup sehari-hari kita di tanah air banyak yang kurang sabar, kurang sabar ingin cepat kaya sehingga korupsi, tidak mau antri, bahkan menciptakan permainan-permainan politik kotor untuk satu tujuan. Nah dalam amalan haji, manusia di ajarkan untuk sabar. Hal lain yang diajarkan oleh ibadah haji adalah ketaatan pada ibadah haji itu sendiri baik rukun maupun wajib haji.

Pelanggaran terhadap rukun dan wajib haji akan menyebabkan hajinya tidak sah dan keharusan membayar Dam (meyembelih kambing atau puasa atau membayar fidiyah). Ini adalah masalah displin yang harus ditanamkan pada diri setiap muslim akan semua aturan agama. Kemudian dalam amalan haji ini juga diajarkan untuk taat dan kesiapan bekurban seperti yang ditunjukan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail terhadap perintah Allah. Taat dan siap berkorban adalah pembuktian hamba akan kecintaan seorang hamba ke pada TuhanNya. Ini tidak hanya meliptui berkurban hewan saja. Sebab mustahil seorang siap berkorban kalau tidak taat. Mengorbankan uang dan waktu untuk memenuhi panggilan Allah adalah juga wujud ketaatan pada Allah.

Ditempatkan dimaktab 42 untuk jemaah haji dari Asia Tenggara menyebabkan rombongan kami bertemu jemaah dari negara-negara Asean. Tapi saya lebih suka jalan ke tenda-tenda jemaah di luar asia untuk berkenalan dengan jamaah seperti dari Turki, Aljazair, Bosnia, Pakistan, dan Eropa. Sebab di situ saya merasa betapa persaudaraan seagama ternyata lebih luas dibanding persaudaraan senasab semisal saudara sepupu kita. Di situ menggambarkan Islam terdiri dari banyak ras dan latar belakang namun diikat oleh satu identitas yang sama yaitu muslim. Identitas muslim telah menghapus sekat-sekat primordial yang membawa pada suatu keyakinan dan tujuan yaitu " ummatan wahidah", ummat yang satu walau berbeda dalam banyak hal. Dalam persaudaraan dan silaturahmi itu pula teraasa nikmat ketika saya mencoba bersilaturrahmi dengan mereka yang terdiri dari berbagai bangsa.
Nasehat haji berikutnya adalah mempererat silaturrahmi ummat yang terdiri dari berbagai bangsa. Namun sayang hal ini masih sering dikotori oleh perbuatan saudara-saudara kita yang berbuat nista pada jamaah haji yang sedang beribadah, apalagi itu dilakukan di tanah haram seperti Makkah dan Madinah. Tanah yang telah diperjanjikan. Nauzdubillahi min Zdalik!!! (Irwan Tulus Subakti)


Sumber : radarsampit.net

Aktualisasi Pendidikan dengan Meneladani Ibrahim

Hikmah yang sangat bermakna dari Idul Adha dengan refleksi pengorbanan Ibrahim dan Ismail adalah dalam masalah pendidikan. Pelajaran yang sangat berharga dan akan abadi untuk masa kini dan masa yang akan datang adalah mengaktualisasikan pendidikan menurut Nabi Ibrahim, ketika dalam episode kenabian, bersama dengan Ismail sang putra yang kemudian menjadi inspirasi untuk pelaksanaan pendidikan sepanjang masa.

Bagaimana pola Ibrahim mencetak kader berpredikat nabi itu, menjadi fenomena yang senantiasa aktual dan harusnya senantiasa dituruti oleh umat manusia, dengan nilai kemanusiaannya. Arah dari pendidikan Ibrahim itu adalah mencetak generasi yang berpredikat saleh, atau anak saleh. Orientasi kesalehan tidak semata saleh dalam bidang religi, namun kesalehan dalam makna yang luas. Kesalehan sosial, kesalehan kultural, kesalehan sikap dan perilaku, dan sebagainya.

Orientasi dari pendidikan yang dilaksanakan oleh nabiyullah Ibrahim adalah demi keridloan Allah azza wajalla. Tidak ada yang lain. Tidak berorientasi kepada penciptaan model atau profil anak yang berpredikat kaya, orientasi materi dan sebaginya. Jadi orientasinya hanya satu: demi ridlo Allah yang dipastikan akan menjamin keselamatan dan ketenteraman hidup di dunia dan akan beruntung di akherat kelak.

 

Pendidikan Kita

Makanala menengok dasar pendidikan kita sekarang, maka orientasi pendidikan kita itu hampir 100 persen adalah untuk kehidupan dunia. Secara teknis, dapat direkonstruksi perjalanan keseharian anak-anak kita itu adalah: anak kita itu itu berangkat pagi sekali, setelah sekolah harus kursus, atau les berbagai mata pelajaran dunia.

Mulai pagi buta, sampai malam harus belajar, yang kalau dihitung secara kasar menghabiskan waktu sekitar 14-15 jam. Hal itu berlangsung sampai lulus sarjana, bahkan pascasarjana. Tujuannya adalah untuk orientasi kesuksesan kehidupan dunia yang sementara ini. Orang tua akan berbangga jika anaknya menjadi juara, sukses dalam materi. Sangat jarang, orang tua yang bangga anaknya sukses karena pendidikan agama.

Pada penampilan sehari-hari, dalam menilai keberhasilan anak-anak kita juga salah kaprah. Kita bangga ketika anak kita meraih juara olimpiade atau menjadi siswa teladan dalam prestasi akademik. Mereka memperoleh ranking dan bersekolah di sekolah favorit. Dengan suara nyaring kita ceritakan prestasi itu kepada handai tolan. Tetapi kalau nyantri di pesantren, biasanya kurang bergairah kita menceritakannya.

Pada hal kalau kita cermati, mereka yang memperoleh rangking belum tentu sukses secara lahiriah pada tahap berikutnya. Namun kita telah telanjur menjadikan mereka, anak anak itu sebagai sebuah komoditas. Kesalahan kita adalah jarang atau bahkan tidak menghubungkan prestasi mereka dengan akhlaq dan kepribadiannya. Maka menjadi lumrah kita dapatkan, anak-anak cerdas secara intelektual, namun ibadahnya, akhlaq dan kepribadiannya sangat memprihatinkan. Pada hal anak anak kita itu adalah ghulamin halim. Anak didik kita hari ini adalah penerus kita, pemimpin bangsa di masa datang.

Mencermati model pendidikan nabi Ibrahim, ia tidak pernah terpengaruh predikat dan titel-titel selain keshalehan. Dalam mentransfer nilai kepada anaknya, Ibrahim selalu bertanya: "wahai anakku apa yang kau sembah sepeninggalku?" bukan pertanyaan "Apa yang kamu makan sepeninggalku?" Ibrahim tidak khawatir akan nasib ekonomi anaknya tapi Ibrahim sangat khawatir ketika anaknya nanti menyembah tuhan selain Allah SWT dan menuhankan benda sebagai sesembahan hidupnya.

Islam Kaffah

Aspek pendidikan yang dilaksanakan Ibrahim adalah mengantar Ismail dan putra-putranya mengikuti ajaran Islam secara kaffah (totalitas). Ketaatan ini dimaksudkan sebagai bentuk perlindungani agar tidak tercemar dengan ajaran berhala yang telah mapan di sekitarnya. Allah SWT menjelaskan harapan Ibrahim dengan doa yang dipanjatkan ke hadirat Illahi Rabbi, demi keberadaan putranya yang dalam kehidupan dan kematiannya senantiasa memeluk Islam, dan dijauhkan dari berhala.

Berhala kita sekarang adalah kehidupan nafsi nafsi. Pola hidup hedonisme yang jauh dari nilai dan ajaran Islam. Hidup yang berorientasi kepada serba materi. Pada hal siapapun tahu, orientasi mater itu sidatnya hanya maya atau sementara. Namun kesementaraan itu lebih banyak dan sering dipandang seolah sebagai keabadian.

Sebagai jabaran dari Islam Kaffah ini, adalah dalam hal kurikulum. Ibrahim menggagas dan menerapkan kurikulukm illahiyah. Muatan kurikulumnya telah menyentuh kebutuhan dasar manusia. Aspek yang dikembangkan meliputi: Tilawah untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah robbuljalil. Tazkiyah untuk penguatan spiritual, Taklim untuk pengembangan keilmuan agama dan senantiasa mengajarkan hikmah sebagai panduan untuk mengukur amal yang berorientasi hanya kepada Allah semata.

Orientasi ini dapat disimak pada firmanNya: Ya Tuhan Kami, Jadikanlah Kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu Kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada Kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji Kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.Ya Tuhan Kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.(Albaqarah 128-129)

 

Faktor Lingkungan

Dalam orientasi pendidikan, nabiyullah Ibrahim sangat mencermati lingkungan, tepatnya lingkungan pendidikan. Ibrahim mempesiapkan untuk putranya bersih dari pencemaran untuk menumbuhkembangkan aqidah dan akhlaq mulia. Beliau menjauhkan diri dari berhala dunia, fikiran sesat, budaya jahiliyah dan prilaku sosial tercela. Hal ini dipilih agar pikiran dan jiwanya terhindar dari kebiasaan buruk di sekitarnya. Pusat semuanya itu adalah Baitullah, yang tiada henti dikunjungi umat Islam, kendatipun tidak seluruhnya tahu makna kunjungan ke Baitullah itu.

Mari kita tengok lingkungan kita. Apakah kita sudah membekali anak anak dengan bekal yang bermuatan islami. Apakah ketika mereka berjalan kita biayai dengan uang yang berasal dari harta yang halal. Apakah pendidikan mereka telah kita dasari dengan nilai Islam yang benar.

Disadari bahwa pendidikan terhadap anak merupakan masalah teramat penting dan pertanggungjawaban yang besar di hadapan Allah. Oleh karena itu, para manusia terbaik, yaitu para Nabi senantiasa mendoakan kebaikan untuk diri dan anak keturunan mereka. Kendatipun mereka memiliki kedudukan dan dekat dengan Allah subhanahu wata’ala, mereka tetap saja senantiasa berdoa penuh harap, memohon kepada Allah subhanahu wata’ala agar dianugerahi keturunan yang shalih dan shalihah.  

Keteladanan dalam hal pendidikan, sebagai salah satu dari samudera hikmah yang dapat kita petik dari perjalanan nabiullah Ibrahim alaihissalam pada momentum Idul Adha ini semoga menjadi penyegar untuk mendidik anak kita lebih baik lagi.(Joni SH MKn)


Sumber : radarsampit.net